Gugatan Perindo Berlanjut ke Mediasi

Sidang gugatan antara Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia Raya (Perindo) Aceh Tengah

BANDA ACEH - Sidang gugatan antara Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia Raya (Perindo) Aceh Tengah dan Aceh Tenggara, M Amin dan Ali Hasmi dengan Ketua DPW Perindo Aceh, Hamdani Hamid (tergugat I) dan Ketua DPP Perindo, Hary Tanoesoedibjo (tergugat II) berlanjut ke tahap mediasi.

Proses mediasi dipimpin oleh hakim mediator, Ngatemin SH MH di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Rabu (29/6). Hadir dari para penggugat kuasa hukumnya, Husni Bahri Tob SH MHum dan tergugat I diwakili Mukhlis Mukhtar SH dan tergugat II diwakili pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo, Ricky K Margono SH MH Cs.

Sebelumnya, sidang dibuka oleh majelis hakim yang diketuai, Rahmawati SH MH dan dua hakim anggota, Denny Syahputra SH MH dan Roni Susanta SH. Sebelum dilanjutkan ke sidang pokok materi, gugatan tersebut terlebih dahulu ditempuh dengan cara mediasi dengan menunjuk hakim mediator Ngatemin.

Dalam proses mediasi itu, hakim mediator Ngatemin belum bisa mengambil kesimpulan atas gugatan tersebut dan meminta penggugat menyampaikan lagi draf gugatannya pada sidang mediasi lanjutan, 20 Juli 2016. “Apakah masuk dalam ranah politik atau tidak akan terlihat dalam draf penggugat nantinya,” katanya.

Sementara Ricky K Margono mempersoalkan gugatan tersebut. Menurutnya, sengketa dalam partai politik tidak bisa diselesaikan melalui mediasi di pengadilan. “Kalau pihak penggugat mengatakan ini masalah ‘perlakukan’ bukan masalah parpol, tidak bisa dipungkiri bahwa yang terjadi di sini adalah sengketa antar pengurusnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, gugatan itu dilayangkan karena para tergugat telah mengangkat ketua DPD yang baru di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tenggara tanpa sepengetahuan penggugat. Padahal, pada saat dikeluarkannya SK, penggugat masih mengantongi SK yang di keluarkan Ketua DPP Perindo, Hary Tanoe.

Ketua DPD Perindo Aceh Tengah, M Amin diangkat berdasarkan SK DPP Perindo Nomor 62-SK/DPP-PARTAI PERINDO/III/2015 tanggal 25 Maret 2015 periode 2015-2020. Sedangkan Ketua DPD Perindo Aceh Tenggara, Ali Hasmi diangkat berdasarkan SK DPP Perindo Nomor 122-SK/DPP-PARTAI PERINDO/IV/2015 tanggal 14 April 2015 periode 2015-2020. Bahkan keduanya sudah dilantik oleh Hary Tanoe.

Peroalan lain, tergugat I dan II tidak memberikan makan kepada pengurus DPC se-Kabupaten Aceh Tengah pada malam pelantikan di Gedung Amel Banda Aceh. Sehingga telah membuat malu penggugat I dikalangan personil pengurus DPC se-Kabupaten Aceh Tengah dan terpaksa penggugat I tanggulangi.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved