BPKP: Kerugian Dana Baitul Mal Rp 567,6 Juta

Tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh yang mengaudit kasus korupsi dana Baitul Mal

MEULABOH - Tim Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh yang mengaudit kasus korupsi dana Baitul Mal Aceh Barat menemukan kerugian negara sebesar Rp 567,6 juta. Dana itu seharusnya disalurkan dalam bentuk uang segar, tetapi malah dilakukan pengadaan barang.

Hal itu dikatakan Saifuddin, saksi ahli dari BPKP Perwakilan Aceh dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana Baitul Mal Aceh Barat dengan terdakwa mantan kepala Baitul Mal Aceh Barat Tgk Munirwan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Senin (27/6) lalu. Sidang dipimpin Hakim Ketua Nurmiati SH dengan anggota Supriadi SH dan Zulfan SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat T Panca SH dan Maiman SH.

Sedangkan terdakwa Munirwan yang duduk di kursi persakitan turut didampingi penasehat hukum. Saksi ahli menyatakan, dana tersebut seharusnya disalurkan dalam bentuk uang segar kepada fakir sebagai penerima.

Namun kenyataan diadakan dalam bentuk barang, hal itu jelas melanggar aturan. Hakim kembali menunda sidang pada Rabu (13/7) dua pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa. Seperti diberitakan, mantan kepala Baitul Mal Aceh Barat Tgk Munirwan sejak 22 Februari 2016 ditahan penyidik Polres Aceh Barat terkait kasus dugaan korupsi dana Baitul Mal kabupaten setempat tahun anggaran 2010/2011 senilai Rp 567 juta.

Munirwan dijemput penyidik di rumahnya di Desa Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon. Kasus tersebut mulai diusut Polres Aceh Barat akhir 2014 dengan totalnya anggaran Rp 5 miliar. Namun dari jumlah tersebut, sekitar Rp 567 juta diduga terjadi penyimpangan dalam penyalurannya, terutama untuk senif fakir yang seharusnya diserahkan dalam bentuk uang segar kepada para penerima, tetapi waktu itu dibelikan alat-alat pertanian tanpa melalui aturan yang dberlaku. Tetapi alat-alat tersebut kemudian digudangkan alias tidak dapat dimanfaatkan dan hingga ini menjadi besi tua di gudang Pemkab Aceh Barat.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help