Cumi dan Baju Muslim Sumbang Inflasi Juni di Banda Aceh

Cumi-cumi dan baju muslim menjadi komoditas yang memberi sumbang tertinggi terhadap inflasi Banda Aceh

BANDA ACEH - Cumi-cumi dan baju muslim menjadi komoditas yang memberi sumbang tertinggi terhadap inflasi Banda Aceh Juni 2016. Sebagaimana dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, harga barang dan jasa di provinsi ini naik (inflasi) 1,10 persen.

“Banda Aceh inflasi 1,10 persen, Lhokseumawe 0,79 persen, dan Meulaboh 0,16 persen. Secara agregat Aceh mengalami inflasi sebesar 0,89 persen,” kata Kepala BPS Aceh, Hermanto dalam siaran resmi statistik, Jumat (1/7).

Khusus di Banda Aceh, Hermanto menerangkan inflasi terjadi karena dipicu oleh naiknya harga kelompok bahan makanan 3,72 persen. Dari empat sub kelompok, seluruhnya mengalami inflasi. Komoditas yang paling dominan adalah cumi-cumi dengan andil 0,2590 persen, daging ayam ras 0,1906 persen, tongkol atau ambu-ambu sebesar 0,1121 persen, wortel 0,0882 persen.

Selain bahan makanan, inflasi juga dipicu oleh naiknya harga kelompok sandang sebesar 3,01 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,73 persen, dan beberapa kelompok lainnya.

“Bila dilihat dari posisi yang sama yaitu Lebaran dengan tahun lalu, secara pengendalian inflasi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menjelang Lebaran tahun ini masih lebih baik dibandingkan tahun lalu,” terangnya.

Meskipun begitu, lanjut Hermanto, inflasi untuk bulan Juli dan Agustus tetap harus diperhitungkan dan menjadi perhatian TIPD dan pemerintah.

“Mengingat di bulan tersebut juga diprediksikan adanya peningkatan inflasi karena konsumsi masyarakat yang juga besar saat Lebaran,” ujarnya.

Perbandingan IHK dan inflasi Juni 2016 di kota0kota di Pulau Sumatera, Banda Aceh berada diurutan ke-6 dengan IHK Juni 117,58 dan inflasinya di bulan Juni 1,10 persen. Selanjutnya Kota Lhokseumawe berada diurutan ke-11 dengan IHK 119,02 dan inflasinya di bulan Juni 0,79 persen, sedangkan Meulaboh berada diurutan ke-22 dengan IHK 122,68 dan inflasi 0,16 persen. (avi)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help