SerambiIndonesia/

DPD: Kepengurusan Gerindra Aceh Timur Sah

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh menegaskan bahwa kepengurusan Dewan

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Aceh menegaskan bahwa kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Aceh Timur di bawah kepemimpinan Abdul Azis adalah sah dan telah sesuai dengan mekanisme partai.

Penegasan itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra Aceh, Safaruddin, menanggapai tuduhan yang disampaikan oleh Fachroni Risman terhadap kepengurusan Gerindra Aceh Timur.

Dia meminta, Fachroni Risman tidak membuat provokasi yang menyebabkan munculnya kegaduhan di tingkat kepengurusan partai tersebut.

“Kepengurusan DPC Gerindra Aceh Timur adalah sah dan bukan bodong. Hal ini tertuang dalam SK DPP Nomor: 03-0028/kpts/DPP-GERINDRA/2016 yang ditandatangani oleh H Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan H Ahmad Muzani SSos sebagai Sekjend pada 4 Maret 2016,” katanya kepada Serambi, Jumat (15/7).

Seperti diberitakan, pengukuhan Ketua Ketua DPC Gerindra Aceh Timur, Abdul Azis, memunculkan protes dari pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra (sebelumnya tertulis DPP Gerindra Aceh), Fachroni Risman P.

Ia menilai, pengukuhan Abdul Azis sebagai Ketua DPC tidak sah karena bertentangan dengan AD/ART partai. Selain itu, Abdul Azis juga bukan kader partai dan dia berharap pimpinan partai diberikan kepada Ramlan dan Hamdani A Gani SH yang kini duduk sebagai anggota DPRK.

Menanggapi hal itu, Safaruddin menjelaskan, tuduhan yang disampaikan Fachroni Risman tidak benar. Menurut dia, Abdul Azis yang diberikan amanah sebagai ketua partai bukanlah orang luar partai seperti yang dituduhkan. Sebaliknya, Safaruddin justru menyebut bahwa Fachroni Risman bukanlah pengurus harian DPP dan DPD.

“Harusnya jika saudara Fachroni Risman yang menyatakan bahwa sebaiknya ketua DPC Atim diberikan ke Ramlan atau Hamdani AG yang merupakan anggota DPRK Atim, itu pernyataan yang keliru. Karena hemat saya, dua anggota DPRK ini bukan kader yang loyal dan militan. Mereka sudah jauh-jauh hari masuk dalam pertimbangan untuk dievaluasi,” katanya.

Sementara terkait kehadirannya pada rapat koordinasi cabang (Rakorcab) DPC Gerindra Aceh Timur pada 1 Juli 2016, Safaruddin menjelaskan bahwa itu bukanlah untuk mengukuhkan kepengurusan, tetapi menyampaikan keputusan DPP tentang SK DPC Gerindra Aceh Timur yang baru.

Sementara pengukuhan pengurus DPC akan dilaksanakan pada Agustus mendatang setelah struktur partai rampung sampai ke tingkat desa.

Terkait protes tersebut, Safaruddin mencurigai ada permainan dan pemufakatan jahat dari Ramlan dan Hamdani dengan memanfaatkan Fachroni Risman. Begitupun, Safaruddin meminta kepada pengurus dan kader Gerindra di Aceh Timur agar tidak terpengaruh dengan manuver politik tersebut.

“Saya berharap agar Ketua DPD Gerindra Aceh segera mengambil langkah terhadap kedua anggota DPRK ini (Ramlan dan Hamdani A Gani SH). Saya yakin manuver ini dilakukan karena ketidakpuasan mereka terhadap keputusan DPP dan hal ini adalah bentuk pembangkangan untuk segera ditindak,” ungkap Safaruddin.

Sementara Ketua DPD Gerindra Aceh TA Khalid yang dihubungi secara terpisah mengatakan akan menindaklajuti persoalan tersebut. Dia mengaku tidak mengenal Fachroni Risman dan terhadap kedua anggota DPRK tersebut juga akan dievaluasi. “Saya sudah menghubungi DPP menanyakan nama Fachroni Risman dalam kepengurusan. Mereka mengatakan tidak mengenalnya,” katanya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help