Droe Keu Droe

Klarifikasi tentang Mushala Pendopo Gubernur

Menanggapi dua surat pembaca dalam Rubrik Droe Keu Droe yang dimuat Harian Serambi, Jumat (15/7)

Menanggapi dua surat pembaca dalam Rubrik Droe Keu Droe yang dimuat Harian Serambi, Jumat (15/7), dapat kami sampaikan penjelasan/klarifikasi sebagai berikut:

1) Lingkungan Pendopo Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh merupakan salah satu tempat khusus yang di dalamnya tentu ada aturan yang berlaku. Dengan demikian, pada saat-saat tertentu penjagaannya diperketat karena pendopo merupakan Rumah Dinas Kepala Pemerintahan Aceh.

2) Seperti pada klarifikasi kami sebelumnya, di mushala dalam kompleks Pendapa Gubernur Aceh itu setiap muslim tetap bisa shalat.

Namun, saat memutuskan untuk tidak memberikan akses masuk kepada tamu yang tak terjadwal (tanpa adanya pemberitahuan lebih dulu), personel pengamanan tentu memiliki alasan dan aturan pendopo yang harus ia jalankan. Ini bukan maksud kami untuk menahan masyarakat yang ingin masuk pendopo, termasuk untuk shalat, tapi ini adalah bagian dari prosedur tetap (protap) yang semestinya harus dijalankan personel pengamanan pendopo.

3) Segala hal yang berkaitan dengan aktivitas gubernur dan wakil gubernur selaku pejabat negara tentu saja ada prosedur tetap (protap) dan pengawasan dari pihak keamanan. Hal itu bertujuan agar gubernur dan wakil gubernur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bisa optimal.

4) Sebagaimana diketahui, pascateror bom yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H di Mapolres Solo, seluruh daerah di Indonesia, termasuk Aceh, memberikan pengamanan ekstra terhadap sejumlah objek vital di daerah masing-masing pada masa perayaan Idul Fitri. Nah, sebagai sarana ibadah yang berada di dalam kompleks pendopo, mushala tersebut diperuntukan khusus bagi para tamu dan karyawan yang bekerja di lingkungan pendopo gubernur, kecuali jika ada acara tertentu yang terbuka untuk umum.

5) Pada saat-saat tertentu, misalnya saat perayaan Idul Fitri Pendopo Gubernur Aceh membuka pintu atau open house bagi siapa saja yang ingin berkunjung atau bertamu dan berjumpa langsung dengan Gubernur Aceh.

6) Kami berharap semua pihak bisa memaklumi aturan seperti ini, karena aturan ini bukan hanya ada pada pemerintahan saat ini, tapi jauh dari sebelumnya aturan ini sudah berlaku secara nasional di semua rumah dinas gubernur se-Indonesia.

Munawir Arifin, S.STP
Kasubbag Rumah Tangga Pimpinan Biro Umum Setda Aceh

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved