Droe Keu Droe

Kasi Operasi SAR Basarnas Aceh Mengklarifikasi

MELALUI rubrik pembaca ini, saya Ibnu Harris Al Hussain, Kasi Operasi SAR Basarnas Aceh mengklarifikasi berita

Kasi Operasi SAR Basarnas Aceh Mengklarifikasi
www.basarnas.go.id
Logo Basarnas 

MELALUI rubrik pembaca ini, saya Ibnu Harris Al Hussain, Kasi Operasi SAR Basarnas Aceh mengklarifikasi berita berjudul “Turis Argentina `Dimakan’ Propeller Boat di Sabang” yang dimuat Serambi Indonesia (Minggu, 17 Juli 2016).

Hal pertama yang perlu kami klarifikasi adalah dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa korban dirujuk ke Banda Aceh dengan dijemput oleh Kapal KN Kresna 232 yang berpangkalan di Uleelheue, karena Sea Rider SAR yang membawa korban mengalami kerusakan mesin. Pemberitaan ini menyiratkan bahwa Sea Rider SAR tidak bisa digunakan, sehingga korban harus dijemput menggunakan Kapal SAR yang bergerak dari Uleelheue ke Sabang.

Kejadian sebenarnya adalah pada 16 Juli 2016 pukul 12.00 WIB Koordinator Pos SAR Sabang melaporkan kepada kami selaku Kasi Operasi SAR bahwa telah terjadi keadaan emergency terhadap 1 orang turis di Iboih, karena terkena propeller boat masyarakat. Lalu, personil Pos Siaga SAR Sabang bergerak menggunakan rubber boat untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.

Namun pada pukul 12.15 WIB Koordinator Pos kembali melaporkan bahwa korban telah dibawa ke IGD RSUD Sabang sebelum tim tiba di Iboih. Selanjutnya, Koordinator Pos meminta ijin untuk menggunakan Sea Rider, guna merujuk korban ke Banda Aceh, karena keadaan korban cukup parah. Sehingga pada pukul 14.30 WIB bergeraklah 1 unit Sea Rider milik Basarnas dari Sabang menuju ke Banda Aceh dengan membawa korban atas nama Lucia (31 thn).

Dalam perjalanan menuju Banda Aceh awak Sea Rider SAR melaporkan bahwa salah satu engine mengalami masalah, namun yang lainnya masih normal dan posisi saat melapor di atas Balohan. Sesuai prosedur operasi SAR, maka atas perintah Kepala Basarnas Aceh, saya menggerakkan Kapal KN Kresna 232 menuju Sea Rider untuk melakukan pengawalan dan back up apabila terjadi keadaan emergency dan memerintahkan rescuer yang siaga di Banda Aceh pada hari tersebut untuk membantu evakuasi korban di Pelabuhan Uleelheue, serta membawa 1 unit rubber boat yang juga digunakan sebagai back up apabila terjadi keadaan emergency.

Sea Rider beserta korban tiba di Pelabuhan Uleelheue pada pukul 16.30 WIB dalam keadaan selamat dan selanjutnya korban diserahkan kepada pihak PMI untuk dirujuk ke rumah sakit. Jadi dalam kejadian tersebut tidak benar korban dijemput menggunakan KN Kresna 232, melainkan KN Kresna dan rubber boat hanya digunakan sebagai pengawalan dan back up apabilaterjadi keadaan emergency.

Ibnu Harris Al Hussain, S.Si.
Kepala Seksi Operasi SAR
Basarnas Aceh.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved