Wisatawan Minati Apel Aceh Tengah

Apel anna dan apel manalagi yang dikembangkan di Kecamatan Linge, Aceh Tengah diminati

Wisatawan Minati Apel Aceh Tengah
ANEKA buah dan sayur yang dipamerkan di stan Dinas Pertanian Aceh Tengah pada Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) dan Aceh Expo 2016, di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh, Minggu (24/7). 

* Rp 35 Ribu/Kg

BANDA ACEH - Apel anna dan apel manalagi yang dikembangkan di Kecamatan Linge, Aceh Tengah diminati oleh wisatawan lokal sebagai oleh-oleh atau buah tangan sepulang dari kabupaten itu. Kedua apel ini dipamerkan di stan Dinas Pertanian Aceh Tengah dalam even Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) di Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya, Banda Aceh, Minggu (24/7). Harganya Rp 35.000/kg.

Pengurus KTNA Kecamatan Linge, Aceh Tengah, Slamat Suhendri, menyampaikan hal ini kepada Serambi, Minggu (24/7). Menurutnya, bibit apel itu didatangkan dari Malang, Jawa Timur dan dikembangkan di atas lahan seluas dua hektare di Despot Linge dan Gelampang Gading, Kecamatan Linge. “Dari lahan seluas dua hektare itu, baru setengah hektare yang sudah berbuah. Sementara yang lainnya belum berbuah semuanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan awalnya bibit apel itu dibawa oleh Siswanto petani apel dari Jawa yang berimigrasi ke Gayo pada 1995. Sedangkan bibit apel tersebut dibawa ke Takengon sekitar 1997-1998, dan mulai berkembang sekitar tahun 2000-an setelah masa konflik. “Karena saat masa konflik, Pak Siswanto sempat pulang ke Jawa, kemudian setelah masa konflik, beliau coba kembangkan dan alhamdulillah berhasil,” katanya.

Slamat mengaku pemasaran kedua jenis apel ini belum sampai ke luar daerah, melainkan baru sebatas untuk wisatawan lokal yang berkunjung ke tempat tersebut. “Untuk memenuhi permintaan di sekitar kota saja belum cukup, karena pengembangan apel ini belum banyak dilakukan masyarakat sekitar. Budidayanya agak sedikit rumit, harus orang yang betul-betul memahami tentang apel dan kemauan masyarakat juga belum begitu serius, karena orang Aceh Tengah fokusnya ke tanaman kopi,” jelasnya.

Pengurus KTNA Kecamatan Linge, Aceh Tengah, Slamat Suhendri, menambahkan saat ini pihak dinas terkait sedang menyosialisasi ke masyarakat terkait pengembangan kedua jenis apel itu. Pasalnya bisa menjadi peluang usaha lainnya di samping tanaman kopi. “Untuk memenuhi permintaan wisatawan saja tidak cukup barang. Bahkan ada yang sudah booking untuk borong satu pohon apel saat panen nanti. Peminat pembeli lumanyan besar dan cukup menjanjikan untuk bisnis,” kata Slamat yang menyebutkan modal yang dibutuhkan juga lumanyan besar untuk bibitnya Rp 80 ribu per batang.

Selain itu, terkait dengan rasa dari kedua apel yang menggunakan pupuk organik ini yaitu, apel anna identik dengan rasa yang agak asam, sedangkan apel manalagi lebih manis. Dibandingkan dengan apel Malang, kata Slamat, kualitas rasa kedua jenis apel dari tanah Gayo ini masih unggul. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved