Droe Keu Droe

Surat untuk Direktur RS di Seluruh Aceh

TERNYATA sudah menjadi rahasia umum, kalau hampir bahkan seluruh rumah sakit (RS) di Aceh, baik RS pemerintah maupun swasta, ada praktik bisnis

TERNYATA sudah menjadi rahasia umum, kalau hampir bahkan seluruh rumah sakit (RS) di Aceh, baik RS pemerintah maupun swasta, ada praktik bisnis kamar bagi pasien, walau ada klasifikasi dalam pelayanan di RS baik melalui BPJS Kesehatan maupun Askes dan tanggungan oleh perusahaan. Misalnya untuk BPJS ada kelas I, kelas II dan kelas umum bahkan sal.

Bila pasien yang dinyatakan dan mengharuskan rawat inap bahkan ada pihak RS yang menanyakan, apakah sudah booking kamar sebelumnya? Bila belum, mereka menanyakan BPJS atau Askes kita golongan apa? Misalkan kita bilang kelas I umumnya mereka bilang penuh dan tersedia kelas II yang berisikan 2 ranjang (bed) untuk pasien, namun bila mau membayar lebih ada kelas VIP.

Tentu kelas ini harus kita bayar permalam karena tidak termasuk dalam penanggungan BPJS atau asuransi kesehatan yang kita ikuti dengan kelas tertentu misalnya. Biasanya keluarga pasien demi kenyamaman akan mau membayar bagi orang memiliki uang lebih dari pada harus berbagi kamar dengan pasien lain apalagi di kelas sal yang harus beramai-ramai.

Praktik seperti ini biasa kita jumpai di hampir semua RS di Aceh. Bila benar-benar penuh kita tentu bisa terima di kelas di bawahnya terlebih dulu dan bisa naik ke kelas I bila ada pasien yang keluar. Artinya, masuk list tunggu, namun bila tidak benar penuh di kelas yang seharusnya kita tempati sesuai klasifikasi di kartu BPJS ini akan membuat kita sakit hati dan merasa ditipu supaya bisa dipungut biaya untuk kelas VIP atau president suite.

Ini merupakan bisnis yang dijalankan oleh pihak RS. Walaupun sah-sah saja karena pelayanan dan kenyaman istimewa tentu akan mahal dan harus kita bayar. Dalam hal ini direktur atau pihak RS harus transparan dan jujur mengatakan bila kelas-kelas tertentu benar-benar penuh dan menawarkan ke kelas di bawahnya atau kelas VIP dan president suite yang pasti harus bayar lebih.

Satu hal lagi yang luput dari perhatian pihak RS, yaitu mengenai sering kali hilangnya sandal dan sepatu baik itu punya keluarga pasien maupun punya tetamu pembezuk pasien. Fenomena ini kerap dan selalu terjadi di hampir semua RS. Seharusnya pihak RS menyediakan tempat penitipan sandal/sepatu yang aman dan tidak hilang.Terima kasih.

Teuku Rahmad Danil Cotseurani
Kompleks Perumahan PT AAF (ASEAN)
Krueng Geukueh, Aceh Utara.
Email: danilcotseurani@yahoo.co.id

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved