Puisi

Tambora

tambora muntah darah malam hari moyang kami bercerita; ketika bulan luruh

Karya Muhammad Subhan

tambora muntah darah malam hari
moyang kami bercerita; ketika bulan luruh
dibalut debu.api memercik kembang di langit
orang-orang mengungsi ke dompu

semenanjung sanggar yang sangar
sisa lahar menjadi peta buta

kami ingat letusan tambora dari jauh
seperti tembakan meriam bajak laut
menggelegar api halilintar

nyawa bertaruh di kejaran batu
dan muntahan lahar

tubuh-tubuh memfosil di kota itu
dikutuk ibu malinkundang

tapi berabad setelah waktu yang rumit
tambora menjadi tanah subur
anak-anak leluhur memanen uang
di gembur tanahnya

asa yang hilang
terjemput sudah.

2016

Sinabung

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved