KUPI BEUNGOH

Membela Gulen dan Sekolahnya

sebagai masyarakat Aceh yang hidup di antara beragam komunitas dunia, sudah sepantasnya kita menyadari kekeliruan tak berujung dari catur perpolitikan

Membela Gulen dan Sekolahnya
GOOGLE+
Muhammad Iqbal M. Gade 

“No terrorist can be a muslim, and no true muslim can be a terrorist.” (Fethullah Gulen)

BELAKANGAN perhatian kita banyak tertuju pada isu kudeta gagal di Turki. Masyarakat Aceh begitu antusias mengikuti setiap perkembangan politik bekas negeri Utsmani.

Bahkan dibandingkan dengan daerah-daerah lain di tanah air, masyarakat Aceh paling peka terhadap suasana yang berkembang di negara nan jauh di Eropa tersebut.

Hal ini tidak terlepas dari adanya hubungan emosional keagamaan dan nostalgia bilateral yang pernah terjalin pada masa Kesultanan Aceh Darussalam dahulu.

Isu kudetalangsung mencuat ke permukaan setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan via telefon selular bahwa kekuasaannya berusaha dirampas oleh segelintir militer bersenjata, yang pada akhirnya berhasil digagalkan.

Tidak tanggung-tanggung Erdogan menuding kelompok ulama Fethullah Gulen bertanggung jawab atas insiden berdarah itu. Menurutnya, sebagian pengikut Gulen yang berada di militer Turki berusaha menggulingkannya dari pemerintahan yang sah.

Dunia pun dibuat keheranan atas tudingan tersebut. Semua menggeleng-geleng kepala seakan tidak percaya. Terlebih bagi mereka yang sudah mengenal betul kepribadian Gulen dan pengikutnya. Pasalnya Gulen yang selama ini terus mengumandangkan demokrasi dan toleransi dipaksa menerima tudingan bahwa beliau terlibat kudeta. Tentu saja hal ini mendapat bantahan tegas dari Gulen dan pengikutnya.

Pasca kudeta, beragam keputusan dilakukan Erdogan untuk menumpas mereka yang dituduh terlibat kudeta. Erdogan memberhentikan semua kegiatan pengikut Gulen di Turki.

Ada puluhan ribu orang yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, jurnalis, hakim, militer, birokrat dan ulama yang dianggap berafiliasi dengan Gulen ditahan.

Ribuan sekolah dan belasan universitas ditutup. Gulen sendiri diminta ekstradisi dari tempat tinggalnya sekarang, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved