Mahasiswa Unsyiah Juara Nasional Kompetisi Film

Kegiatan itu diselenggarakan Beastudi Indonesia Dompet Duafa di PPPPTK Penjas dan BK, Bogor, Jawa Barat, 5-9 Agustus 2016.

Mahasiswa Unsyiah Juara Nasional Kompetisi Film
IST
Mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam Muda Mudi Kreatif (Mudik) Production berhasil meraih juara II kategori Film Pendek Indonesia dan juara III kategori Film Karya Seni di Sociopreneur Camp (SPC) 2016 yang digelar di PPPPTK PENJAS dan BK, Bogor pada 5-9 Agustus 2016. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyabet juara nasional dalam kompetisi perfilman dan bussiness plan.

Mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam Muda-Mudi Kreatif (Mudik) Production berhasil meraih juara II kategori Film Pendek Indonesia dan juara III kategori Film Karya Seni di Sociopreneur Camp (SPC) 2016.

Kegiatan itu diselenggarakan Beastudi Indonesia Dompet Duafa di PPPPTK Penjas dan BK, Bogor, Jawa Barat, 5-9 Agustus 2016.

"Mudik Production mengangkat judul 'Indonesia Kapan Melek?' untuk kategori film pendek. Sedangkan untuk kategori film karya seni mereka mengangkat judul 'Setitik Cahaya di Tanah Rencong'. Kompetisi tersebut diikuti para mahasiswa dari seluruh Indonesia," ujar Kepala Humas Unsyiah, Husni Friady ST MM didampingi Eko Wahyudi, dari Mudik Production kepada Serambinews.com, Jumat (12/8/2016).

Mudik Production adalah salah satu komunitas di Unsyiah yang didirikan oleh empat mahasiswa Unsyiah: Eko Wahyudi, Luckyana Arsya, Andi Dani Angga, dan Rial Muharni.

Juara business plan

Sebelumnya, mahasiswa Teknik Elektro Unsyiah, Eko Wahyudi, juga meraih juara III pada PTT Exploration and Production (PTTEP) di ajang Invention Competition 2016 yang bertajuk "Business Start Up to Introduce Local Product Internationally 2016".

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PTTEP Indonesia di Hotel Aston Internasional, Jakarta, 3-4 Agustus lalu.

"Kami mengangkat judul 'Rencong Nata De Coffee Business Opportunity for Saving The Enviroment Through Utilization of Coffee Waste in Aceh'. Kami berhasil meraih juara 3 pada even ini. Sedangkan juara I diraih Deny Saputra Yusuf dari Universitas Gajah Mada dan juara II diraih Marlina Yanti dari Universitas Hasanudin," sebut penerima Beastudi Etos Aceh ini sembari berharap produk Nata De Coffee ini dapat diterima oleh masyarakat luas.

Grand final PTTEP Invention Competition 2016 itu turut dihadiri Dirjen Kemristekdikti, Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD, General Manager PTTEP Thailand, Mr Titi Thongjen, dan Presiden Direktur Dompet Duafa, Ismail A Said. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved