11 Tahun MoU Helsinki

Partisipasi Publik Sangat Tinggi dalam Pembentukan UUPA

Keterlibatan publik pun terlihat dalam pembahasan di DPR RI. Bahkan masyarakat Aceh membentuk Jaringan Demokrasi Aceh (JDA)

Partisipasi Publik Sangat Tinggi dalam Pembentukan UUPA
SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa yang tergabung dari BEM Unimal, BEM Stain Malikussaleh, dan BEM Se-Aceh melakukan orasi pernyataan sikap implementasi UUP di bawah bayang-bayang masa depan Aceh refleksi sewidu UUPA serta 9 tahun MoU Helsinki di Simpang Kuta Blang, Lhokseumawe, Kamis (14/8/2014). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tenaga Ahli DPRA, Mawardi Ismail SH MHum mengatakan belum ada dalam sejarah penyusunan perundang-undangan di Indonesia yang diikuti partisipasi publik sangat tinggi, kecuali saat pembahasan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

"Belum ada dalam sejarah penyusunan perundang-undangan yang partisipasi publik paling intens kecuali dalam pembentukan UUPA," kata Mawardi saat menjadi pembicara pada acara seminar nasional dan refleksi 10 tahun Undang-Undang Pemerintah Aceh di Aula Fakultas Hukum Unsyiah, Banda Aceh, Senin (15/8/2016).

Selain Mawardi, ada dua pemateri lain yang tampil pada acara itu yaitu, Prof Dr Esmi Warassih SH MS (guru besar Universitas Diponegoro), dan M Jafar SH MHum (Staf Ahli Gubernur Aceh).

Menurut Mawardi, sejak dari perumusan draf UUPA, banyak pelaku yang terlibat melalui berbagai saluran seperti pergurua tinggi (PT), masyarakat sipil dan eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Menariknya, tambah Mawardi, kesemuanya bisa bersatu ketika DPRD Aceh (sekarang DPRA) mengambil alih semua draf tersebut sehingga lahirlah satu draf melalui rapat paripurna DPRA.

Lalu hasilnya disempurnakan oleh tim kecil dan selanjutnya disampaikan kepada pusat.

"Keterlibatan publik pun terlihat dalam pembahasan di DPR RI. Bahkan masyarakat Aceh membentuk Jaringan Demokrasi Aceh (JDA), walaupun tidak masuk dalam rapat karena dibahas pansus," katanya berkisah

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved