KUPI BEUNGOH

Taushiyah Kemerdekaan

ketika senjata-senjata tersebut belum dapat dikendalikan. Maka kita belum memperoleh kemerdekaan yang sesungguhnya.

Taushiyah Kemerdekaan
Adnan Yahya 

KETIKA Bilal Bin Rabah memeluk Islam dan keislamannya itu diketahui oleh sang majikan. Saat itu majikannya marah dan murka.

Sebab keislammnya, Bilal di siksa dan dipaksa oleh majikannya. Batu besar diletakkan di atas perutnya dan tubuhnya diseret di padang pasir yang panas membara.

Tatkala majikannya berseru: Hai Bilal, siapa Tuhanmu? Bilal menjawab: Allah. Berkali-kali majikan Bilal berseru hal yang sama, tapi Bilal juga tetap menjawab hal yang sama.

Siksaan fisik yang begitu dahsyat tidak membuat Bilal membatalkan syahadatnya.

Bilal, kulitnya memang hitam pekat, tapi hatinya bersih bersinar cahaya ilahi. Fisiknya memang dijajah, tapi hatinya bebas.

Jasadnya memang budak, tapi mentalnya merdeka. Merdeka dari rayuan dan godaan materi dunia. Berbeda dengan kebanyakan orang, kulitnya putih bersih tapi hatinya busuk dan kotor.

Fisiknya bebas tapi hatinya terjajah. Jasadnya memang merdeka, tapi mentalnya terpenjara. Dipenjara oleh nafsu syahwat dan materialisme kehidupan dunia.

Dan, Yusuf as tatkala muda, pernah dirayu oleh istri raja yang cantik jelita bernama Zulaikha. Yusuf dipaksa untuk berbuat serong dengannya.

Bajunya ditarik sampai sobek demi melancarkan nafsu bejatnya. Tapi, Yusuf tidak tergoda dan terlena.

Yusuf lebih menjaga harkat dan martabat serta kehormatan dirinya. Jasadnya yang menawan tidak membuat Yusuf merendahkan derajatnya. Karena Zulaikha Yusuf dipenjara. Namun, walaupun jasadnya dipenjara, hatinya bebas.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved