KUPI BEUNGOH

Fakta Feto-Gulen dan Sekolahnya

Para Gulenis memberinya jawaban untuk ujian masuk, dan akhirnya menjadi anggota staf intelijen teknis yang terlibat dalam penyadapan

Fakta Feto-Gulen dan Sekolahnya
Thayeb Loh Angen 

PERCOBAAN kudeta di Turki pada 15 Juli 2016 yang digagalkan oleh rakyat menjadi salah satu berita paling masyhur di abad ini. Juga, menjadi satu-satunya berita yang hasil akhirnya di luar perkiraan media mainstream.

Kudeta tersebut merupakan langkah terakhir dari pihak yang takut pada Yeni Turki 2023, setelah sebelumnya mengacau dengan unjuk rasa, bom, dan pemberontakan kelompok ekstrim Kurdi.

Berdasarkan bukti-bukti, maka Pemerintah Turki menyatakan bahwa Feto (Organisasi Teroris Fetullah Gulen) adalah otak dan penggerak kudeta tersebut.

Lembaga di Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan. Ia membentuk apa yang dikenal sebagai 'negara paralel'.

Sampai kini, karena dicurigai terlibat Feto, Pemerintah Turki sudah memecat sekira 60 ribu pegawai negeri di banyak bidang, menangkap puluhan ribu orang namun kemudian sekira 30 ribu darinya dilepaskan kembali.

Turki telah menghimbau kepada negara lain supaya menutup sekolah milik jaringan Feto. Sebagian besar negara telah menutup sekolah itu, lalu membukanya kembali atas kerjasama dengan Negara Turki.

Seperti yang baru-baru terjadi, ada mahasiswa Indonesia, termasuk dari Aceh yang ditangkap di Turki karena ditemukan tinggal di rumah milik yayasan Gulen dan diduga terlibat Feto.

Pihak Pemerintah RI belum memahami apa yang dimaksudkan oleh Turki tentang permintaan menutup sekolah-sekolah tersebut, itu masalah keamanan nasional Turki.

Pada malam 15 Juli, rakyat Turki mengetahui kabar kudeta melalui SMS dan menara masjid karena sistem komonukasi lain telah dikuasai pengkudeta.

Mereka berusaha secepat mungkin mencapai tempat para pengkudeta berada dengan kendaraan apa saja, termasuk traktor, dengan senjata apa saja, termasuk kapak. Pemerintah yang ingin dikudeta tersebut, telah membuat orang Turki bisa berjalan dengan tegak kembali ke seluruh dunia, dengan berkata, “Saya orang Turki.”

Halaman
1234
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved