KUPI BEUNGOH

Menghujat Politik Ulama

Saya kepada kandidat dan seluruh timses yang bertarung dengan ulama pada pemilukada mendatang agar tidak menyebarkan isu buruk atas pencalonan ulama

Menghujat Politik Ulama
Zahrul Fuadi, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Unsyiah 

POLITIK adalah suatu cara yang dipakai untuk mencapai sesuatu. Setiap interaksi yang terjadi antar manusia sarat akan menimbulkan tindakan berpolitik. Baik pelaku tersebut mengerti politik maupun tidak.

Karena usaha yang manusia lakukan untuk mempengaruhi dan memperoleh keinginan dari manusia yang lain juga merupakan tindakan politik. Tentu saja setiap kita pernah melakukan itu.

Paling tidak sedari kecil kita pernah berusaha dengan cara merengek dan menangis pada orang tua kita supaya dikabulkan kemauan kita. Artinya suka atau tidak suka dengan politik, secara tidak langsung kehidupan kita sebagai manusia penuh dengan politik.

Namun dalam kehidupan masyarakat, politik cenderung berkembang sebagai bentuk tindakan merebut dan mempertahankan kekuasaan pada tataran pemerintahan saja. Celakanya, para politisi sering bertindak menghalalkan segala cara dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan dan hal ini memberi citra buruk bagi politik dimata masyarakat.

Sehingga politik menjadi sesuatu yang sangat mengerikan, tidak bisa diterima baik. Seiring perkembangan yang terjadi, phobia akan politik semakin menjadi jadi. Seseorang yang berpolitik akan di cap dan diberikan lebel yang jelek, bahkan bisa mencapai pada tahap dikucilkan.

Kita tahu bahwa hukuman yang terberat sepanjang sejarah kehidupan manusia adalah dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kemana pun ia pergi hendak berinteraksi, maka tiada sesiapa pun yang mau mendekat. Padahal sebagai makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan manusia lain.

Meski tidak memberi materi pada interaksi ini, setidaknya sekadar mendengar keluh kesah kehidupan sudah memadai. Jelas ketika mendapat hukuman semacam ini, hidup semakin berat. Tiada apa apa yang bisa dilakukan untuk mendapat kebahagiaan.

Pada beberapa kasus, seseorang yang menerima hukuman seperti ini, tidak sedikit yang menderita perasaan seakan tidak ingin hidup lagi di dunia ini.

Fenomena pemberian hukuman semacam ini jauh akan lebih menarik ketika kita mengaitkan dengan terjunnya ulama kedalam perpolitikan. Sosok yang sangat dihormati di kalangan masyarakat Aceh. Apa yang ulama sampaikan akan menjadi petuah yang memang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Kemudian ketika sang ulama berpolitik, meski tidak sampai pada tahap sepenuhnya dikucilkan. Namun paling tidak perkataan beliau akan menipis pengaruhnya. Bagi mereka yang awam juga akan mengucilkan, meski seorang ulama.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved