SerambiIndonesia/

Droe Keu Droe

Surat dari Madinah

SETELAH menunggu lebih kurang tujuh tahun, akhirnya Allah Swt mengabulkan maksud kami untuk

SETELAH menunggu lebih kurang tujuh tahun, akhirnya Allah Swt mengabulkan maksud kami untuk melaksanakan Rukun Islam kelima, berhaji ke Baitullah. Kamis, 18 Agustus 2016, kami yang tergabung dalam kloter 6 gelombang pertama, tiba di Madinah al-Munawwarah dengan selamat di bawah cuaca yang lumayan panas (lenih kurang 42 derajat Celcius).

Alhamdulillah, pelayanan pemerintah Indonesia di Kota Nabi saw ini, khususnya bagi kami jamaah haji Aceh, saya lihat dan saya rasakan sangat bagus. Kami ditempatkan di depan pintu 2 Masjid Nabawi, lebih kurang 500 meter dari tempat kami menginap, yaitu Hotel Zamzam Pulmone (setara bintang 5). Kami hanya butuh 10 menit untuk melaksanakan ibadah arbain.

Begitu tiba di Masjid Rasul, hati kami tidak terbendung lagi untuk langsung bertemu dengan baginda Nabi tercinta, menziarahi, memberi salam kepadanya dan shalat Tahyatul Masjid di Raudhah, walau semua itu harus mengantre dan berdesak-desakan lebih kurang satu jam karena banyaknya jamaah dari berbagai penjuru dunia.

Hari-hari di masjid Rasul diisi dengan shalat, baca Alquran, silaturrahmi, taklim dan yang paling berkesan adalah kenduri (makan bersama di masjid). Pikiran saya langsung terbayang ke kampung halaman di Aceh, yaitu makan kenduri di meunasah atau masjid. Yang membedakan cuma makanan saja, orang Arab makan roti gandum, korma, teh, dan kopi.
Akhirnya, terima kasih kepada pemerintah khususnya pemerintah Aceh, pembimbing ibadah kami, tim medis kami dan semua yang terlibat dalam pelaksanaan Rukun Islam kelima ini.

Semoga bermanfaat dan mohon doa masyarakat Aceh untuk keselamatan, kesehatan dan kemabruran haji kami. Amin ya Rabbal’alamin.

Yusriadi
(JCH Aceh Kloter 6) Warga Gp. Singgahmata Baktiya Barat, Aceh Utara Email: yusriadifitri@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help