Hardikda Momentum Introspeksi Pendidikan

Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-57, hendaknya bisa menjadi salah satu momentum untuk mengintrospeksi diri

Hardikda Momentum Introspeksi Pendidikan
SERAMBI/M ANSHAR
Murid Sekolah Dasar (SD) mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah di Lapangan Blangpadang, Jumat (2/9/2016). Pendidikan Aceh masih berada di peringkat 32 nasional dari 34 provinsi di Indonesia. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-57, hendaknya bisa menjadi salah satu momentum untuk mengintrospeksi diri terhadap program-program pendidikan yang telah dan akan dilaksanakan Pemerintah Aceh di semua sektor, Dinas Pendidikan, Badan Dayah, dan Kementerian Agama Aceh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Dermawan seusai menjadi inspektur upacara memperingati Hardikda ke-57 di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Jumat (2/9) mengakui untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini masih perlu dilakukan terobosan-terobosan oleh trio stake holder pendidikan.

Dermawan yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo MM mengatakan, untuk melahirkan generasi Aceh yang berkualitas dan berprestasi butuh keterlibatan semua pihak, baik Dinas Pendidikan, Kakanwil Kementerian Agama, Badan Pembinaan dan Pendidikan, Bappeda, Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh, dan  perguruan tinggi.

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, dalam amanat tertulis yang dibacakan Sekda Aceh, Dermawan menyebutkan, ada beberapa program di sektor pendidikan yang telah dijalankan dengan baik. Misalnya, untuk mendukung upaya percepatan mutu, dalam tiga tahun terakhir telah memfungsikan mengefektifkan 11 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), sembilan di antara berupa Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Hingga tahun 2015, Pemerintah Aceh telah memberikan beasiswa penuh kepada 2.989 putera-puteri Aceh yang melanjut pendidikannya di Mesir, Sudan, Tunisia, Arab Saudi, Qatar, Yordania, dan Maroko.

Di samping ke negara-negara Arab, penerima beasiswa Pemerintah  Aceh juga tersebar ke Jerman, Inggris, Belanda, Turki, Italia, Rusia, Perancis, Spanyol, Finlandia, AS, Australia, Taiwan, Thailand, Jepang, China, Malaysia, Singapura, dan India.

Secara khusus Gubernur Zaini Abdullah menetapkan mulai tahun ajaran 2017/2018, satuan pendidikan formal pada semua jenjang wajib menerapkan Kurikulum 2013 dalam proses pembelaran. Untuk ini, perlu disertai dengan pelatihan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, serta para pendampingan yang akan bertugas melakukan monitoring.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo mengatakan selain pelaksanaan upacara di Blangpadang, rangkaian peringatan Hardikda 57 juga akan dipusatkan di Pidie Jaya dengan sejumlah kegiatan, di antaranya seminar, malam resepsi, penyerahan hadiah, pameran pembangunan pendidikan.

 Dua Siswi Tumbangan di Sabang
Sebanyak dua siswi jatuh pingsan saat mengikuti upacara Hardikda di halaman SMA 1 Sabang, Jumat (2/9). Satu diantaranya merupakan penggerek bendera. Bertindak sebagai inpektur upacara (Irup) Wakil Wali Kota Sabang, Nazaruddin, dan komandan upacara Azhari, guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 2 Sabang.

Wakil Wali Kota, Nazaruddin, dalam sambutannya yang membacakan pidato tertulis Gubernur Aceh antara lain menyebutkan, Hardikda merupakan salah satu bentuk keistimewaan Aceh dalam rangka memperkuat semangat dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.(sir/az)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved