Polair Sita 1,5 Ton Ikan

Polisi Perairan Polair Polda Aceh, Minggu (4/9) dini hari menangkap satu kapal motor

Polair Sita 1,5 Ton Ikan
Kasatrolda Di Polair Polda Aceh, AKBP M Yusuf (kanan), saat melihat kapal ikan berbendera Thailand dan seorang nakhoda serta 4 ABK yang ditangkap KP Perkakak Polda Aceh di laut Selat Malaka. Kini diamankan di Pelabuhan Kuala Langsa, Senin (5/9). 

* Dari Kapal Nelayan Thailand

LANGSA - Polisi Perairan Polair Polda Aceh, Minggu (4/9) dini hari menangkap satu kapal motor (KM) berisi 5 nelayan dari Thailand yang melakukan penjarahan ikan di perairan Selat Malaka. dari penangkapan itu, polisi menyita 1,5 ton ikan jenis campuran yang ditangkap menggunakan pukat trawl. Polisi juga menyita dokumen kapal, dan paspor para nelayan asing tersebut.

Dir Polair Polda Aceh, Kombes Pol Kasmulan, melalui Kasatrolda, AKBP M Yusuf, Senin (5/9) menyebutkan, KM berbendera Thailand ini ditangkap personil Polair yang menggunakan Kapal (KP) Perkakak 3017 Polda Aceh, saat sedang menjarah ikan di perairan Selat Malaka (Laut Indonesia-red).

“KP Perkakak yang sedang melakukan patroli di kawasan perairan Selat Malaka, mendapat informasi dari nelayan bahwa ada nelayan asing menjarah ikan di laut Indonesia. Personil kita langsung melakukan pengejaran dan menangkap kapal asal Thailand ini di koordinat 04°-46'-500” U - 98°-34'-000" T,” ujarnya.

Kini kapal tersebut beserta nahkoda dan para ABK serta barang bukti lainnya diamankan di Pos Polair Polres Langsa di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, untuk diproses sesuai hukum Republik Indonesia.

Mereka akan dijerat Pasal 92 RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 85 jo Pasal 93 ayat (2) RI Nomor 4d Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. “Dalam waktu dekat, berkas kasus ilegal fishing ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” jelasnya.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help