SerambiIndonesia/

Puisi

Pasie Karam

Pasie Karam. Gemetar hatiku jika mendengar kisahmu berathun berbilang

Karya Teuku Dadek

Pasie Karam
Gemetar hatiku jika mendengar kisahmu
Bertahun berbilang abad engkau didera kisah sedih dan pilu
Gempa setia mengayun pahit dan kecut hatiku
Geulumbang mulia silih berganti basuh membasuh
asa terkurung menggigil kaku

Ie Beuna
Engkau adalah peringatan, jeritan hati,
Kewaspadaan, kecemasan, kesedihan kami
memori apa terjadi membolak balik hati
Geulumbang mulia dan gempa setia
gegap gempita mengetarkan hati

Ie Beuna dan Pasie Karam
Engkau kuhidangkan di atas talam emas bertahta permata
Kuundang para pemetik kata dari seantero nusantara
Engkau kupungut dari kegelapan waktu di alam nyata
Untuk diperbincangkan dan ditulis oleh iba nusantara

Ie Beuna, Pasie karam, Meulaboh
Hiduplah hiduplah dalam nurani bangsaku
Bersemayamlah bersemayamlah dalam memori tanahku
Agar semua tahu siapa dirimu
Supaya aku, Meulaboh, dunia selalu mengenangmu

Meulaboh, 1 September 2016

Kepastian

Hati hampa waktu menjelang kepastian
Diri ini masih bermain dengan kepastian
Mari hati hadapkan sepenuh jiwa ke masa kepastian
Ketika hisab ditegakan, keadilan diperankan di masa kepastian
Tapi kamu masih mengumpulkan beban untuk masa kepastian
Bergelut dengan permainan dihadapan kepastian
Beban yang tidak sadar kau bawa ke masa kepastian.
Permainan yang memperteguh keraguan di masa kepastian

Hati hampa waktu menjulang pada masa kepastian
Tiap detik, menit, hari, minggu, tahun,
abad ingatlah akan kepastian.
Tiap hari keraguan dan kelupaan selalu menjulang,
dimata kepastian
Mari hati taruhlah keraguan di kakimu,
jinjinganlah kepastian
Jinjing ditangan, sangkut di hati, wangi di bibir,
manis di pikir menuju kepastian

Hari hampa waktu saatnya kepastian
Lahir, bayi, remaja, pemuda, dewasa, separuh baya,
tua bukan garis linear bagi kepastian
Bayi, pemuda, dewasa, separuh baya,
tua tindih menindih di rumah kepastian
Marilah hai hati!
Kematian, matematika bukan kepercayaan tetapi
sebuah kepastian
Kirimkan harta, ilmu dan perilakumu sekarang, disini,
bukan besok ke masa kepastian

Sakit, kematian, barzah, mahsyar, titian, surga,
neraka adalah kepastian
Hadapkan hatimu pada kepastian.

Banda Aceh, 1 Agustus 2016

Meulaboh, 8 September 2016

* Teuku Dadek, lahir di Meulaboh pada tanggal 29 November 1968. Penggagas Temu Penyair Nusantara 2016 di Meulaboh, Penyusun Buku Antologi Puisi Pasie Karam, Deru Pesisir Pantai Barat (2015), Bulir Mutiara Pantai Barat (2014); Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help