SerambiIndonesia/

Pilkada 2017

Apa Karya: Meunyoe Kejadian Soe Tanggong Jaweub?

“Peu na rencana meujak peungeut gob? Nyan perlei untuk waspada, entreuk menyoe kejadian soe tanggong jaweub? Peu dikeneuk theun rhueng jih?

Apa Karya: Meunyoe Kejadian Soe Tanggong Jaweub?
Zakaria Saman 

BAKAL calon gubernur Aceh dari jalur independen, Zakaria Saman atau Apa Karya menilai, saat ini pasukan tambahan sangat dibutuhkan untuk mengawal keamanan selama pilkada di Aceh. Perlunya pasukan tambahan menurut Apa Karya, agar situasi keamanan di Aceh tetap terkendali jika adanya gesekan-gesekan jelang pilkada.

“Peu na rencana meujak peungeut gob? Nyan perlei untuk waspada, entreuk menyoe kejadian soe tanggong jaweub? Peu dikeneuk theun rhueng jih? (Apa ada rencana menipu orang? pasukan tambahan itu perlu untuk waspada. Nanti kalau kejadian siapa yang tanggung jawab? Apa dia mau bertanggung jawab?),” kata Apa Karya menjawab Serambi via telepon, Jumat (16/9).

Menurut Apa Karya, pasukan tambahan itu sangat dibutuhkan, selain untuk mengawal keamanan jelang pilkada, pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) itu nantinya juga bisa ditugaskan untuk mengawal proses pencoblosan dan perhitungan suara di  tempat pemungutan suara (TPS).

“Nyan kalheuh kejadian lagoe awai, na neukalon sidroe-droe ureung saboh pangkei kertah ditop, nyan kon harus tajaga chit. (Sudah kejadian dulu, satu orang coblos banyak kertas suara, itu kan harus dikawal juga),” imbuhnya.

Mantan menteri pertahanan GAM ini mengatakan, jika ingin kejadian itu terulang, maka tidak perlu pasukan ditambah ke Aceh, tapi jika ingin pilkada Aceh berjalan lancar, serahkan soal keamanan kepada pihak Polri/TNI.

Apa Karya pun meminta Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, belajar dari pengalaman yang terjadi pada pilkada 2012 lalu. Apalagi, menurut Apa Karya, kali ini jelas antara siapa dengan siapa ‘pertarungan’ dalam pilkada. “Jih hana pengalaman lom, nyan menyoe entreuk terjadi bentrok, soe tanggong jaweub? (Dia nggak ada pengalaman, kalau nanti terjadi bentrok, siapa yang mau bertanggung jawab?),” ujarnya.

Apa Karya mengatakan, ia pribadi dan semua masyarakat di Aceh ingin pilkada berjalan damai tanpa intimidasi apapun. Oleh karena itu pihak Polri/TNI diminta untuk benar-benar siap dalam menuntaskan semua bentuk intimidasi. Jika ada pihak-pihak yang menakut-nakuti masyarakat dan memaksa untukmemilih calon tertentu, Apa Karya meminta pihak keamanan untuk mengambil tindakan tegas.

“Nyan chi jak luem entreuk sige, yue kalon bak intelijen, peu na ureng yang jak peutakot gob. Meunyoe na, yue timbak aju keudeh. Bek le jak peutakot gob jak peugah meunyoe hana pileh kamoe tot gampong, makajih perlei pasukan tambahan mangat takalon gerak-gerik,” pungkas Apa Karya.(dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help