SerambiIndonesia/

Pilkada 2017

Apa Karya Ngotot Minta Tambah BKO

Bakal calon gubernur Aceh dari jalur perseorangan (independen), Zakaria Saman atau yang akrab

Apa Karya Ngotot Minta Tambah BKO

BANDA ACEH - Bakal calon gubernur Aceh dari jalur perseorangan (independen), Zakaria Saman atau yang akrab disapa Apa Karya bersikeras menginginkan adanya pasukan tambahan di Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mengamankan Pilkada 2017. Ia berpendapat, pemilihan gubernur Aceh yang akan berlangsung serentak dengan pilkada 20 kabupaten/kota sangat rentan dengan gangguan, terutama intimidasi dan teror.

Hal itu disampaikan Apa Karya ketika ditemui Serambi usai menghadiri rapat koordinasi laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN), di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, di Banda Aceh, Senin (19/9). Apa Karya yang didampingi balon wagub T Alaidinsyah meminta kepada semua pihak harus mendengar permintaannya, agar kondisi keamanan Aceh kondusif dan pilkada yang sudah di depan mata berjalan lancar.

“Loen lakei pasukan kon peu-peu, nyoe untuk peu aman ureung Aceh watei pilkada entek, tetapi mantong na chit ureung halang, peu hana kejadian ka, chi neukalon keu droe neuh. (Saya minta pasukan bukan untuk apa-apa, untuk mengamankan orang Aceh waktu pilkada nanti, tetapi masih ada juga yang menghalanginya, apa tidak ada kejadian selama ini, coba lihat sendiri),” kata Apa Karya.

Mantan menteri pertahanan GAM ini juga mengaku, bahwa dirnya telah melapor ke Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) terkait persoalan keamanan di Aceh jelang pelaksanaan pilkada. Hal itu disampaikan Apa Karya kepada JK saat ia menyambangi kediaman JK di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kalheuh loen peugah bak Pak JK, beu geubi pasukan tambahan u Aceh mangat beu aman ureung Aceh watei pilkada. Loen lakei sibuleun segolom pilkada beu geukirem pasukan dan limong blah uroe lheuh pilkada geu tarek pasukan. (Sudah saya bilang ke Pak JK agar dikasih pasukan tambahan ke Aceh, supaya aman orang Aceh saat pilkada. Saya minta satu bulan sebelum pilkada sudah dikirim dan 15 hari setelahnya ditarik kembali),” sebutnya.

Dalam pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu, sebut Apa Karya, ia menyatakan tidak ada jaminan situasi Aceh akan aman saat pelaksanaan pilkada nanti. “Pak JK, saya jamin tak aman, lihat lah nanti kalau tidak percaya,” sebut Apa Karya mengulang pembicaraannya itu.

Ia yakin, jika pasukan BKO tak ditambah ke Aceh saat pilkada nanti, makan situasi keamanan Aceh tidak akan stabil dan kelakuan-kelakukan oknum untuk menakut-nakuti masyarakat akan kembali terjadi. Bahkan katanya, saat ini hal itu sudah mulai terjadi di beberapa daerah, masyarakat diintimidasi untuk memilih calon-calon tertentu.

“Jinoe mantong ka kejadian, man peu lom pilkada entek, tapi menyoe kaseb pengawal (pasukan) nyan tapulang pike ke polisi, peu kejadian kakeuh kejadian, nyan tapulang keu polisi. (Sekarang saja sudah kejadian, apa lagi saat pilkada nanti. Tapi kalau sudah cukup pasukan, itu kita serahkan ke polisi, apa yang tejadi ya terjadi lah, itu urusan polisi),” sebutnya.

Menurutnya, selain menjaga situasi keamanan, fungsi dari pasukan BKO juga untuk mengawal di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa-desa saat pencoblosan nanti, menurutnya TPS adalah salah satu lokasi yang harus dijaga ketat. Ia juga mengulang kembali sejumlah kisah kelam berupa insiden penembakan dan teror yang terjadi dalam pilkada 2012, karena kurangnya antisipasi dari aparat keamanan.

“Nyan awai sidroe ureung siploh on ditop keurtah suara, man kon payah tajaga chit nyan, puduek polisi bak mandum TPS. Menurut loen, pilkada 2017 mantong payah jaga, entek 2019 juga harus jaga, alheuhnyan hana peu le, ureung Aceh ka meuphom. (Dulu (Pilkada 2012) satu orang mencoblos 10 lembar kertas suara. Kan itu harus diantisipasi, tempatkan polisi di semua TPS. Menurut saya pilkada 2017 masih harus dijaga, pilkada 2019 juga masih harus dijaga. Setelah itu tidak perlu lagi karena orang Aceh sudah mengerti),” pungkas Apa Karya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help