SerambiIndonesia/

Bulog Diminta Tepat Waktu Salurkan Raskin

DPRK Aceh Barat, Selasa (20/9) mengadakan pertemuan dengan PT PLN Area Meulaboh

Bulog Diminta Tepat Waktu Salurkan Raskin

* Pertemuan DPRK, PLN dan Bulog

MEULABOH - DPRK Aceh Barat, Selasa (20/9) mengadakan pertemuan dengan PT PLN Area Meulaboh dan Perum Bulog Divisi Regional Meulaboh. Satu di antara hasil pertemuan tersebut, Perum Bulog diminta tepat waktu dalam menyalurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin).

Pemanggilan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu untuk mensukseskan pelaksanaan program raskin dan listrik gratis pemerintah kepada masyarakat miskin di Aceh Barat. Sidang dewan dipimpin Ketua DPRK Ramli SE dihadiri anggota serta camat se-Aceh Barat. Dari PLN hadir Manajer Area Redi Zusanto dan Pimpinan Perum Bulog Divre Meulaboh Ade Mulyani. “Ada beberapa penegasan yang kita sampaikan ke PLN dan Bulog terhadap dua program tersebut,” kata Ramli SE.

Menurutnya untuk Bulog pihak DPRK meminta agar penyaluran raskin dilakukan tepat waktu. “Jangan ada beras yang tidak layak sehingga menimbulkan masalah di masyarakat. Demikian juga penerima harus benar-benar berhak dan jangan sampai orang tidak berhak juga menerima jatah raskin” sebut Ramli SE. “Kita juga menekankan supaya ditingkatkan sosialisasi,” tambahnya.

Ramli SE menyebutkan untuk PLN pihaknya meminta merampungkan siapa saja penerima listrik gratis dan rumah mana saja yang harus ditempelkan stiker penerima listrik gratis agar tidak tumpang tindih. “Kita berharap kedua program ini tepat sasaran dan terbuka. DPRK sendiri mendukung dengan mensahkan anggaran untuk kedua program ini,” ungkap Ramli SE.

Manajer PLN Area Meulaboh Redi Zusanto menyatakan pihaknya akan mensosialisasikan hasil keputusan pertemuan tersebut terutama terhadap program listrik gratis untuk rumah tangga miskin yang rekeningnya dibayar Pemkab. Sementara itu Pimpinan Bulog Meulaboh Ade Mulyani menyebutkan pihaknya berkomitmen tetap menyalurkan beras terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya terhadap beberapa kasus ditemukan beras yang tidak layak, hal itu dinilai karena faktor terlambat ditebus dan faktor lainnya. “Tapi kita tetap berkomitmen memberikan beras yang terbaik,” ujarnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help