Droe Keu Droe

Tertibkan Baliho dan Spanduk Balon Kepala Daerah di Nagan

PELAKSANAAN tahapan pilkada secara serentak di Aceh kini mulai berjalan

Tertibkan Baliho dan Spanduk Balon Kepala Daerah di Nagan
Google/net

PELAKSANAAN tahapan pilkada secara serentak di Aceh kini mulai berjalan. Ini menandakan euforia politik kian memanas baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun hal yang paling menarik adalah ketika sampai saat ini masih sangat banyak terlihat pemasangan alat peraga kampanye berbentuk baliho dan spanduk para pasangan bakal calon kepala daerah, baik di tempat-tempat terbuka maupun di fasilitas-fasilitas publik.

Hal itu jelas-jelas bertentangan dengan aturan pelaksanaan pilkada, apalagi tahapan pilkada dan penyelenggara pilkada sudah mulai berjalan. Satu daerah yang masih banyak terdapat alat peraga kampanye adalah Kabupaten Nagan Raya, di mana di jalan-jalan hampir secara keseluruhan terdapat baliho dan spanduk pasangan calon kepala daerah.

Hal ini mengakibatkan keindahan daerah dan juga kenyamanan pemakaian fasilitas umum terganggu, padahal regulasi tentang pelaksanaan pilkada sudah jelas diatur melalui undang-undang, terutama regulasi menyangkut tata cara kampanye atau aturan pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon kepala daerah.

Melalui tulisan ini saya atas nama masyarakat Kabupaten Nagan Raya yang antusias terhadap pilkada damai meminta kepada pihak penyelenggara pemilu baik pemerintah, Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), maupun pihak kepolisian di Nagan Raya untuk segera menertibkan baliho dan spanduk bakal calon kepada daerah yang dipasang di luar aturan yang sudah diatur melalui regulasi hukum yang berlaku.

Jangan terkesan penyelenggara pemilu membiarkan pelanggaran terjadi, karena ini menyangkut asas ketaatan hukum terutama hukum publik, bukan kepentingan privat sesama pasangan balon kepala daerah. Terima kasih.

Adam Sani, S.HI., M.H.
Warga Gp Babah Krueng, Kec. Beutong, Nagan Raya Email: adam_beutong87@yahoo.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help