Citizen Reporter

Saat Kopi Ulee Kareng Tampil di Gedung Nobel

MALAM itu waktu Swedia, Rabu (28/9), Gedung Kulturhuset (gedung yang biasanya dipakai

Saat Kopi Ulee Kareng Tampil di Gedung Nobel

OLEH DRS M ZAINI AZIZ, pengusaha konveksi di Banda Aceh, melaporkan dari Stockholm, Swedia

MALAM itu waktu Swedia, Rabu (28/9), Gedung Kulturhuset (gedung yang biasanya dipakai untuk penyerahan Hadiah Nobel), di jantung Kota Stockholm, tiba-tiba berubah menjadi ‘Rumoh Aceh’.

Sebuah layar monitor besar terpampang di sisi kiri aula utama Kulturhuset. Udara malam terasa sejuk saat Swedia dan sebagian kawasan Eropa masih dalam musim autumn menuju musim dingin.

Di latar belakang panggung utama Kulturhuset, terlihat backdrop berukuran besar dengan tulisan ‘Wonderful Indonesia: Showcasing Aceh’s Traditional Heritage’. Dengan latar bekalang dominasi warna merah dan di bawahnya foto para penari Aceh, backdrop itu tampak kontras dengan interior Kulturhuset yang didominasi warna krem dan cokelat muda.

Tampak Dubes Indonesia untuk Swedia, Bagas Hapsoro dan beberapa orang staf tampil dalam balutan busana khas Aceh. Selain itu, ratusan tamu dan undangan yang umumnya dari kedutaan besar negara-negara sahabat, para pengusaha, dan relasi bisnis Kedubes Indonesia, memenuhi floor Kulturhuset yang disulap dengan dominasi aroma budaya Aceh.

Selain menikmati sajian ragam budaya Aceh, seperti tari saman serta prosesi adat perkawinan Aceh yang lengkap dengan dara dan linto baro-nya, para peserta juga diajak menikmati kuliner Aceh yang disajikan secara prasmanan.

Acara yang dimotori delegasi Perempuan Wirausaha Aceh (Perwira) sebagai bagian dari tur promosi budaya dan produk kerajinan Aceh tersebut, benar-benar dinikmati para tamu malam itu. Salah satu yang paling menjadi incaran dalam acara yang mirip cocktail party itu adalah ketika rombongan menampilkan sesi minum kopi Aceh.

Kali ini bukan hanya sekadar kopi, tapi peraciknya juga langsung didatangkan dari Banda Aceh, yaitu Teuku Rizal Husni, owner TM Kupi, Uleekareng. Ya... malam itu Rizal meracik langsung kopi uleekareng di Kulturhuset, lengkap dengan gaya sareng kupi ala Aceh.

Lelaki muda yang tampil dengan baju lengan panjang krem dipadu celana hitam dan dasi kupu-kupu itu, tampil bak bartender kawakan, ketika menyaring kopi dengan dua centong besar plus saringan kopi khas Aceh. Puluhan tamu tampak memvideokan aksi tersebut, karena juga dipandu oleh pendamping yang menceritakan bagaimana kopi Aceh disajikan.

Bak seorang bartender profesional, Rizal berlaku seperti sedang melayani pembeli di warungnya di Uleekareng, Banda Aceh. Anak muda itu tak henti-hentinya menyaring kopi karena para hadirin tampak bolak-balik menyambar cangkir kopi di meja panjang tempat penyajian.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved