12 Penyair Aceh Ramaikan Antologi Hari Puisi Indonesia

Antologi puisi tersebut disusun penyair Rida K Liamsi, merupakan bagian dari memeriahkan peringatan Hari Puisi indonesia.

12 Penyair Aceh Ramaikan Antologi Hari Puisi Indonesia
SERAMBINEWS.COM/FIKARWEDA

Laporan Fikar W Eda I JAKARTA

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Karya puisi 12 penyair Aceh, ikut meramaikan antologi puisi setebal 2016 halaman, berjudul “Matahari Cinta Samudra Kata".

Buku yang memghimpun karya 216 penyair Indonesia itu diluncurkan pada Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia (HPI) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 12 Oktober 2016.

Antologi puisi tersebut disusun penyair Rida K Liamsi, merupakan bagian dari memeriahkan peringatan Hari Puisi indonesia.

"Penyair tertua yang puisinya ikut di antologi ini 80 tahun sementara yang termuda 14 tahun,” kata Rida K Liamsi yang juga insiator sekaligus salah seorang deklarator Hari Puisi Indonesia.

Nama-nama penyair Aceh yang masuk dalam buki tersebut adalah: D. Kemalawati, Herman RN, Fikar W Eda, Sulaiman Juned, Mustafa Ismail, Larasati Sahara, Mahdi Idris, Salman Yoga, Zuliana Ibrahim, Pilo Poly, Saiful Bahri dan Soeryadarma Isman.

Sekretaris Panitia, Mustafa Ismail, berharap para penyair yang puisinya dimuat bisa hadir di acara HPI.

"Bagi penyair yang puisinya dimuat dan datang pada peluncuran akan mendapatkan dua buku," ujarnya.

Selain buku puisi, Puncak HPI 2016 akan ditandai dengan pemberian Anugerah Hari Puisi Indonesia 2016 kepada satu penyair pemilik buku kumpulan puisi terbaik dan lima buku puisi pilihan. Total hadiahnya Rp 100 juta.

Hingga akhir pekan lalu, sudah ada 123 judul buku puisi yang masuk. "Namun ada beberapa yang tidak cukup syarat, misalnya hanya mengirimkan satu eksemplar buku puisi. Padahal harusnya kan lima. Tapi mereka sudah dikabari agar melengkapi syaratnya," kata Nel Sukini, Kordinator Sayembara Buku Puisi HPI 2016.

Ketua Yayasan Hari Puisi Maman S Mahayana menambahkan bahwa puncak Hari Puisi Indonesia 2016 ini juga akan diisi dengan panggung apresiasi puisi, dikusi, pidato kebudayaan, pembacaan puisi oleh para pejabat negara, duta besar, dan tokoh masyarakat.

"Pak Jusuf Kalla juga dijadwalkan untuk membaca puisi. Kami terus berkomunikasi dengan pihak Sekretariat Wakil Presiden," ujar Maman.

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved