Salam

Membangun Benteng Akidah, Menegakkan Marwah Keluarga

Personel Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe telah mengamankan lima tersangka penyekap

Membangun Benteng Akidah, Menegakkan Marwah Keluarga
kompas.com
Ilustrasi 

Personel Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe telah mengamankan lima tersangka penyekap dan dugaan sebagai penganiaya dua pemuda Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Seorang tersangka merupakan oknum polisi yang bertugas di Mapolres Lhokseumawe. Khusus yang oknum polisi telah diserahkan kepada pihak Propam (profesi dan pengamanan) Polres Lhokseumawe.

Belakangan, seperti diakui Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE, di harian ini edisi, kemarin, Penyidik Tindak Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe telah mengidentifikasi adanya dua tersangka lagi dalam kasus penyekapan dan dugaan penganiayaan terhadap dua pemuda asal Dewantara, Aceh Utara, Selasa (27/9) sore lalu. Namun, kedua tersangka baru ini hingga Rabu (5/10) masih diburu. Kedua korban penyekapan itu adalah, Efan Alfatra (20) dan Reza Saputra (20) yang disekap dan dianiaya sekelompok pria di kawasan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Selasa (27/9) sore.

Dari penelusuran pihak kepolisian, tindakan penyekapan itu bermuasal dari kaburnya seorang wanita muda yang juga disebut-sebut anak dari salah seorang lelaki terduga penyekap. Berhembus lagi rumors jika wanita muda yang kabur dan hingga kini belum diketahi jejaknya, baru dalam hitungan pekan menikah.

Pihak terduga penyekap yang notabene punya hubungan kekerabatan itu menengarai kedua pemuda yang mereka ‘amankan’, mengetahui siapa figur sentral yang ikut andil hingga wanita muda yang baru melepas lajang itu kabur dari rumah.

Banyak hal yang bisa kita petik dari insiden dugaan penyekapan dan penganiayaan itu. Banyak juga hikmah yang bisa kita ambil dari sana. Kita memahami kultur orang Aceh yang islami, yang sangat memegang teguh kehormatan dan martabat keluarga.

Lebih dari itu, adalah sangat tabu jika seorang wanita keluar rumah--apalagi lari menghilang tanpa pamit dengan keluarga. Makin tak ada toleransi lagi jika pergi dengan orang yang bukan muhrimnya. Itu sama saja dengan melaburkan arang hitam atau bahkan kotoran ke muka keluarga besar.

Mudah ditebak, jika kemudian muncul rasa panik dan bahkan berujung kepada hal hal yang sifatnya anarkis, bahkan melawan hukum. Sebuah tindakan yang kadang diklaim untuk menjaga nama baik keluarga, atau martabat yang tercabik.

Ingat....atas nama apapun, tindakan anarkis yang dilakukan, tetap saja itu melanggar hukum. Hukum tak mengenal martabat atau marwah keluarga yang harus ditegakkan, dengan cara ‘pengadilan jalanan’. Semisal penyekapan atau bahkan ala Carok Madura sekalipun.

Banyak cara yang bisa ditempuh, misalnya menyerahkan semua itu kepada pihak polisi. Konon lagi, ada salah seorang terduga penyekap yang anggota polisi. Yang semestinya sangat mahfum dengan namanya penegakan hukum. Cara lain dengan melakukan langkah langkah persuasif dan terukur dengan pihak pihak yang diduga ikut andil terhadap hilangnya sang wanita.

Namun yang justru lebih penting dan krusial dilakukan oleh kita yang menjadikan martabat, harkat dan jati diri keluarga di atas segala galanya, adalah membangun benteng yang kukuh bagi seluruh anggota dan jajaran keluarga besar kita. Salah satunya dengan benteng akidah serta etika moralitas, hingga kita terhindar dari langkah langkah yang justru memurukkan citra keluarga besar. Kita semua harus membangun rasa hormat dan saling menghargai diantara angota keluarga, dan itu dilakukan sejak usia dini. Jika rasa itu ditumbuhkan ketika sang anak sudah menanjak remaja atau bahkan dewasa, sama dengan menulis di atas air. Ibarat sebatang bambu, bisa diluruskan saat masih menjadi rebung, namun ketika sudah menjadi bambu, justru akan patah dua jika diluruskan. Dengan pembenahan internal sejak dini seperti itu, rasanya martabat keluarga akan terjaga, dan tak mesti panik hingga menabrak koridor hukum.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help