Citizen Reporter

Di Belanda, Kopi Diminum Tanpa Gula

PERJALANAN saya keliling Eropa mendapatkan beberapa hal yang menarik. Saat tiba di Belanda

Di Belanda, Kopi Diminum Tanpa Gula

OLEH AKMAL HANIF Lc, Ketua Umum Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) dan Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Aceh, melaporkan dari Belanda

PERJALANAN saya keliling Eropa mendapatkan beberapa hal yang menarik. Saat tiba di Belanda, misalnya, maka informasi tentang kopilah yang cukup menarik bagi saya. Di negeri ini 1/2 kg kopi hanya dihargakan 6 euro (Rp 86.400, dengan asumsi 1 euro = Rp 14.400). Padahal, kopinya sangat bagus, berasal dari negara Eritria dan di-roasting (disangrai) oleh perusahaan Illy, Italia.

Kopi di Belanda dibagi atas tiga varian. Pertama, kelas utama yang harganya 50 euro per 1/2 kg. Kelas kedua adalah kopi yang dikonsumsi di kafe-kafe dengan harga 17 euro per 1/2 kg. Yang paling murah adalah level ketiga, hanya 6 euro per 1/2 kg.

Kopi ini dijual di toko-toko Belanda. Jujur saja, kopi yang dijual di toko saja sangat enak rasanya. Ini karena, kopi di sini tidak dicampur dengan beras, kedelai, atau jagung seperti kopi-kopi di negara lain.

Di Belanda, jika ketahuan dicampur, maka perusahaan kopinya bisa ditutup oleh lembaga yang berwenang menangani kopi di negeri ini.

Petani kopinya sangat bersungguh-sungguh menjaga kualitas kopi sejak masa panen. Mereka memanennya secara manual untuk memastikan bahwa hanya biji yang benar-benar matanglah yang dipanen. Sekadar gambaran, dari 3 kg biji yang dipanen, hanya 2 ons yang tergolong biji kopi enak. Itulah yang kemudian disangrai.

Warga Belanda termasuk masyarakat penikmat kopi. Delapan dari sepuluh penduduk Belanda peminum kopi. Minum kopi di Belanda, sama sekali tidak boleh dicampur dengan gula atau zat pemanis lainnya. Hampir semua orang di sini minum kopi tanpa gula. Bahkan, ada yang mengatakan jika dicampur gula itu sama seperti meracuni diri sendiri.

Terdapat satu kedai kopi paling hebat di sini, letaknya di Kota Utrecht, wilayah timur Amsterdam. Yang berjualan di sini orang Eritria. Pengunjung kedai kopi ini selalu ramai sejak pagi hingga malam.

Di Eropa pada umumnya, kopi sangatlah diminati. Kopi yang dijual harus melalui uji lab dan bersertifikat. Mulai dari bibitnya, lahan, jenis pupuk yang dipakai hingga proses panen dan pascapanen.

Hal lain yang menarik, di Belanda makanan pokok tidak boleh dijual mahal. Semua harga makanan pokok dikontrol pemerintah. Harga gula di sini Rp 12.000. Harga daging 7 euro/kg untuk daging lembu muda. Di sini lembu tua tidak dikonsumsi untuk menu harian rumah. Lembu tua biasanya dijadikan makanan siap saji di restoran.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved