Awak Angkutan Perkotaan Sabang Mogok

Puluhan sopir angkutan umum perkotaan dalam Kota Sabang, Selasa (18/10) melaksanakan mogok

Awak Angkutan Perkotaan Sabang Mogok
Sekitar 20 mobil tertahan di Pelabuhan Balohan, karena KMP Tanjung Burang Minggu (16/10) hanya berlayar satu trip akibat mesin induk sebelah kiri rusak. 

SABANG - Puluhan sopir angkutan umum perkotaan dalam Kota Sabang, Selasa (18/10) melaksanakan mogok massal. Aksi itu dipicu karena mereka merasa dirugikan dengan angkutan liar dan bus sekolah, serta mobil BPKS yang mengambil penumpang di Pelabuhan Balohan.

Amatan Serambi, para awak angkutan perkotaan plat kuning itu pada paginya tetap beroperasi mengangkut penumpang dari kota ke pelabuhan. Namun, setelah mengantar penumpang ke pelabuhan, para awak supir itu langsung menghentikan aktivitasnya.

Para sopir itu secara ramai-ramai mendatangi Gedung DPRK untuk menyampaikan keluh kesahnya selama ini, dimana mereka sangat dirugikan dengan kehadiran angkutan liar yang ambil penumpang di pelabuhan.

Kehadiran mereka disambut Wakil Ketua DPRK Sabang, Afrizal Bakri, bersama Darmawan, Syafii LB, Hj Cut Tulita Darwin, serta sejumlah anggota dewan lainnya. Juga hadir dalam pertemuan itu, asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako M Daud SE, serta Asisten Asministrasi Umum, Drs Kamaruddin.

Dalam pertemuan di ruang musyawarah komisi itu, para awak angkutan perkotaan, melalui perwakilannya, mengatakan bahwa kehadirannya di gedung itu bukan untuk demo, melainkan menyampaikan keluhan. Dimana sejak adanya angkutan liar yang masuk mengambil penumpang di pelabuhan penghasilanpara sopir plat kuning menjadi menurun.

“Selama ini penghasilan kami sehari mencapai Rp 200 ribu, tapi sekarang jangankan untuk belanja rumah tangga, untuk beli minyak mobil saja sulit,” kata Safrizal, perwakilan sopir angkutan perkotaan.

Safrizal meminta pimpinan DPRK untuk menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya, dengan mengeluarkan peraturan, bahwa mobil rental, travel, bus sekolah dan mobil BPKS yang direntalkan tidak boleh lagi masuk ke pelabuhan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRK Afrizal mengatakan, masalah itu tidak bisa diselesaikan hari itu juga, karena semua itu ada mekanismenya, yakni harus dibicarakan dengan Wali Kota, Dinas Perhubungan dan unsur terkait lainnya. “Besok kami akan duduk dengan pejabat instansi terkait dan para sopir menyelesaikan masalah tersebut,”katanya.

Yang jelas, tambah Afrizal, untuk menyelesaikan masalah tersebut segera dimusyawarahkan antar instansi terkait serta dengan para sopir angkutan umum serta sopir angkutan yang dipermasalahkan tersebut.(az)

Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help