Banjir Meluas, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir di Aceh Barat dan Aceh Jaya terus meluas dengan jumlah masyarakat yang terdampak

Banjir Meluas, Ribuan Warga Mengungsi
Kendaraan berenang di genangan banjir lintas Teunom-Meulaboh di Desa Paya Baro, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya Selasa (18/10) yang didorong oleh warga dan setiap kendaraan yang didorong itu harus dibayar pemiliknya Rp 50 ribu/mobil. 

* Aceh Jaya-Aceh Barat Status Tanggap Darurat

MEULABOH - Banjir di Aceh Barat dan Aceh Jaya terus meluas dengan jumlah masyarakat yang terdampak di kedua kabupaten itu sudah melebihi 30.000 jiwa. Gelombang pengungsian tak terbendung. Seorang warga dilaporkan meninggal.

Di Aceh Barat, hingga Selasa kemarin banjir merendam 9 dari 12 kecamatan yaitu Johan Pahlawan (Meulaboh), Kaway XVI, Meureubo, Samatiga, Bubon, Woyla, Woyla Barat, Woyla Timur, dan Arongan Lambalek.

Lokasi pengungsian yang disiapkan antara lain di Gedung Diklat dan tenda dekat jembatan untuk menampung korban banjir dari Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo. Juga ada lokasi pengungsian di Desa Blang Beurandang dan sejumlah titik lain. Menurut data sementara, jumlah pengungsi hingga tadi malam mencapai 6.000 jiwa lebih.

Selain permukiman, banjir juga merendam jalan provinsi Meulaboh-Geumpang di kawasan Blang Beurandang dan Marek menyebabkan terganggunya transportasi. Ruas jalan lain yang terendam yaitu Meulaboh-Kuala Bhee di kawasan Ateung Teupat.

Seorang warga bernama Cut Lidan (75), di kompleks perumahan bantuan di Desa Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat meninggal dunia, Senin (17/10) malam. Jenazah korban dievakuasi dari lokasi perumahan yang terendam menggunakan speed boat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Syahluna Polem mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk droping bantuan termasuk evakuasi warga yang terkurung. “Warga yang berdekatan dengan aliran sungai diminta tetap waspada,” kata Syahluna.

Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Barat, Shah Triza Putra Utama mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan masa panik untuk enam kecamatan. Namun berapa jumlah pasti pengungsi masih menunggu data dari masing-masing kecamatan. “Dinsos bersama BPBD serta dinas terkait lainnya sudah mulai membuka posko pengungsian,” katanya.

Dari Kabupaten Aceh Jaya dilaporkan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak lima hari terakhir selain menyebabkan banjir semakin meluas juga terjadi tanah longsor di sejumlah titik pada Jalan Nasional Banda Aceh-Calang.

Hingga pukul 19.30 WIB tadi malam, salah satu titik Jalan Nasional Banda Aceh-Calang yang paling parah genangannya adalah di Gampong Baro, Kecamatan Teunom dengan ketinggian air di badan jalan mencapai 1 meter lebih.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help