Demo Warnai Dies Natalis UIN

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa (18/10) merayakan hari jadi

Demo Warnai Dies Natalis UIN
Mahasiswa terlibat bentrok dengan Satpam saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Auditorium Ali Hasymi yang sedang berlansung acara peringatan Dies Natalis ke-53 UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (18/10). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Polisi Lepaskan Tembakan

BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Selasa (18/10) merayakan hari jadi (dies natalies) ke-53 di Gedung Auditorium Ali Hasymi. Peringatan hari jadi tersebut diwarnai aksi demo mahasiswa yang berujung ricuh.

Demo mahasiswa sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap beberapa persoalan kampus. Isu korupsi Yayasan Tarbiyah pada tahun 2009 yang menurut mahasiswa telah merugikan negara sebanyak Rp 2,59 miliar tidak jelas penyelesaiannya. Juga isu transparansi anggaran, e-parking, hingga permasalah logo hasil sayembera UIN yang baru-baru ini mencuat juga diteriakkan mahasiswa.

“Hari ini kampus kami tercinta merayakan hari jadi, tapi yang perlu diketahui kami tidak diundang. Hari ini kami minta usut tuntas semua permasalahan kampus, kami turun bukan karena titipan seseorang, ini murni dari kami mahasiswa,” teriak Wakil Presma UIN, Misran saat mengawali orasinya.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan orasi secara bergantian oleh mahasiswa. Sekitar 30 menit kemudian, aksi berlangsung ricuh. Ini terjadi saat mahasiswa mendesak masuk ke dalam auditorium untuk berjumpa rektor. Namun sejumlah satpam menghalau mereka, adu mulut dan saling dorong pun tak terelakkan. “Abang-abang satpam, kami tak ada urusan dengan kalian, kami ingin jumpa Pak Rektor, jangan halangi kami, tolong,” teriak seorang mahasiswa menggunakan pengeras suara.

Puncak kericuhan terjadi saat seorang satpam--yang menurut mahasiswa memukuli seorang demonstran--dalam aksi itu. Hal itulah yang kemudian memantik emosi mahasiswa.

Mahasiswa yang mengenakan almamater biru mengejar satpam dimaksud, setelah akhirnya dilerai oleh satpam dan beberapa orang lainnya.

Mahasiswa tetap saja tak menerima sikap satpam yang memukuli salah seorang teman mereka itu. Mahasiswa yang masih dibalut emosi, masih saja terlibat aksi saling dorong dan tetap memaksa masuk ke dalam auditorium, saat itulah terdengar suara tembakan sebanyak empat kali, yang dilepaskan seorang polisi di depan auditorium.

Tak merasa gentar, mahasiswa justru meminta polisi yang melepas tembakan dan berada di dalam mobil patwal tersebut untuk ke luar dari kampus, mereka mendorong mobil polisi itu. “Hoo, hooo, hooo,” teriak mahasiswa sambil beramai-ramai mendorong mobil polisi memintanya untuk segera meninggalkan kampus.

Aksi mahassiswa baru mereda saat Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA ke luar menemui para demonstran.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help