Komisi III DPR Terima Laporan Polisi di Aceh Berpihak

Anggota Komisi III DPR RI, H Muslim Ayub menerima banyak laporan keberpihakan sejumlah Kapolres

Komisi III DPR Terima Laporan Polisi di Aceh Berpihak

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, H Muslim Ayub menerima banyak laporan keberpihakan sejumlah Kapolres di Aceh kepada pasangan calon kepala daerah tertentu dalam proses pilkada di kabupaten/kota.

“Saya menerima laporan secara tertulis dan lisan yang disampaikan masyarakat ke DPR. Kita mengharapkan aparat kepolisian netral dalam pilkada,” kata Muslim Ayub kepada Serambi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/0).

Dalam laporan itu disebutkan beberapa indikasi keterlibatan oknum kepolisi di beberapa kabupaten/kota dengan cara memerintahkan aparatnya mempengaruhi masyarakat agar berpihak kepada pasangan calon tertentu.

Indikasi lain adalah, secara sengaja membiarkan tim pasangan tertentu melakukan pelanggaran. “Pada saat yang sama, pelanggaran oleh tim pasangan lain sangat cepat ditindaklanjuti bahkan kesalahan sengaja dicari-cari,” lanjut Muslim mengenai indikasi keberpihakan aparat kepolisian.

Tapi ia menolak memberitahukan Polres mana saja yang melakukan indikasi keberpihakan. Terhadap laporan tersebut, kata Muslim Ayub, pihaknya akan melakukan cek dan klarifikasi di lapangan. “Kita dalami laporan tersebut. Akhir bulan ini kita akan turun ke Aceh untuk memantau secara langsung situasi keamanan dan kesiapan pihak kepolisian melakukan pengamanan pilkada,” ujarnya.

Ia memastikan apabila laporan masyarakat tersebut benar, maka pihaknya akan melaporkan kepada Kapolda dan Kapolri untuk ditindaklanjuti.

Anggota Komisi Hukum DPR ini menyatakan, sebelumnya dirinya diminta oleh Kapolri untuk melaporkan secara langsung jika menemui jajaran kepolisian di Aceh yang tidak netral dalam pilkada.

“Sikap netral aparat kepolisian selama pilkada merupakan perintah Kapolri yang wajib dilaksanakan oleh seluruh aparat kepolisian di Tanah Air,” sebut Muslim.

Begitupun, Muslim mengatakan, dirinya tetap akan berkomunikasi dengan Kapolda Aceh selaku penanggungjawab keamanan daerah untuk sama-sama menjaga pilkada berjalan lancar.

Muslim Ayub menambahkan, dari tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakan pilkada serentak gelombang kedua ini, Aceh satu-satunya provinsi dengan jumlah daerah terbanyak yang melaksanakan pilkada serentak.

Dengan kondisi yang seperti ini, tidaklah berlebihan bila Aceh dipetakan sebagai daerah nomor dua paling rawan gangguan keamanan selama pilkada. “Salah satu kunci pelaksanaan pilkada damai, adil, dan berkualitas ada pada sikap aparat kepolisian yang imparsial dan independen. Sekali diketahui aparat kepolisian berpihak apalagi disertai dengan imbalan uang, kekhawatiran konflik terjadi bisa jadi kenyataan,” pesan Muslim Ayub.(fik)

Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help