Home »

Sport

Rasyidi Raih Emas Kedua

Pelari Aceh, Rasyidi kembali meraih medali emas kedua dalam Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV

Rasyidi Raih Emas Kedua

* Peparnas XV 2016 Jawa Barat

BANDA ACEH - Pelari Aceh, Rasyidi kembali meraih medali emas kedua dalam Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV Jawa Barat. Atlet asal Aceh Besar ini menyumbang emas di klasifikasi F44 nomor lari 100 meter putra di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Jawa Barat, Selasa (18/10). Kini Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Aceh telah mengoleksi 2 emas dan 1 perunggu.

Rasyidi memang diunggulkan untuk menyumbang medali di nomor ini. Terbukti dia sukses menambah medali emas kedua untuk Aceh. Karena Rasyidi mampu finis pertama dengan catatan waktu 12,18 detik. Dia meninggalkan pesaingnya, Mega Amir Sidik dari Jawa Barat yang harus puas mendapatkan perak setelah finis dengan catatan waktu 12,47 detik. Sedangkan perunggu menjadi milik pelari Riau, Jamal yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 12,78 detik.

Keberhasilan meraih dua medali emas untuk Aceh membuat Rasyidi hampir menyamai kesuksesan di Peparnas XIV 2012 Riau. Saat itu Rasyidi mampu meraih 3 medali emas di nomor lari 100 meter, lari 200 meter dan lompat jauh. Kini dua medali yang diraih di Jawa Barat dari nomor lari 100 meter dan lompat jauh. Berarti Rasyidi membutuh satu medali emas di nomor lari 200 meter yang diperlombakan Rabu (19/10). “Kayaknya saya tak bisa menjamin meraih emas besok (hari ini-red),” keluh Rasyidi kepada Serambi tadi malam.

Sebelumnya Rasyidi ditargetkan untuk menyumbang tiga medali emas untuk Aceh di Peparnas XV 2016 Jawa Barat. Tapi target ini bakal berat tercapai meski hanya membutuhkan satu medali emas lagi. Karena Rasyidi sudah tak memberi jaminan bisa meraih emas. Dirinya mengaku hanya mampu mendapatkan medali perunggu terkait kondisi fisiknya. “Karena tadi (kemarin) saja saya sudah cukup lelah. Ini faktor tidak ada persiapan dan latihan atau TC di Aceh,” ujarnya.

Ketua NPCI Aceh Zulfajri melalui Humas Syahril Ahmad dari Bandung melaporkan, atlet lainnya di cabang olahraga atletik gagal meraih medali setelah ditaklukkan lawannya. Sejumlah atlet atletik yang tersingkir, yaitu Efi Riskian dan Hamdani di nomor tolak peluru, Fadhil, Riswandi dan Ansar di lari 100 meter. Kekalahan juga dialami perenang Muhadianto di nomor gaya 100 meter bebas, T Mirza, Muhajir dan Fauzan Ilmi di nomor gaya 100 meter dada. “Pecatur Aceh, Fatmi dan Nurdin di tenis meja juga kalah,” ujarnya.

Pemuda asal Seulimeum, Aceh Besar, Rasyidi terus menorehkan prestasi membanggakan di cabang olahraga atletik. Dia kembali meraih medali emas di klasifikasi F44 (cacat kaki) nomor lari 100 meter putra di Peparnas XV 2016 Jawa Barat. Medali ini digondol setelah mencetak catatan waktu 12,18 detik saat menyentuh garis finis.

Dominasinya di klasifikasi F44 tak mampu dikalahkan oleh para pelari lainnya. Sebelumnya peraih berbagai medali di ajang nasional dan internasional ini juga berjaya di Peparnas XV 2012. Dari 3 medali emas saat itu, Rasyidi juga mengondol medali emas di klasifikasi F44 nomor lari 100 meter. Keberhasilan ini membuat pemuda kelahiran 5 April 1988 ini menjadi manusia tercepat di Indonesia di klasifikasi F44 nomor lari 100 meter putra.

Tapi gelar ‘manusia tercepat di Aceh Tenggara’ juga pantas disandang Rasyidi. Karena, sebelumnya dia menyumbang 3 emas dan 1 perak di Asean Para Games 2015 Singapura. Medali emas di klasifikasi F44 nomor lari 100 meter putra diraih Rasyidi setelah menyentuh finis dengan catatan waktu 12,09 detik. Menurunnya catatan waktu akibat Rasyidi kurang latihan. “Saya berangkat ke Peparnas Jawa Barat tanpa ada TC. Jadi sepulang dari Pelatnas Solo saya kurang latihan,” ujar Rasyidi.

Rasyidi mengeluhkan tentang minimnya kepedulian terhadap atlet Aceh yang tampil di Peparnas XV 2016 Jawa Barat. Dirinya mengaku tidak fokus jelang pelaksnaan even empat tahunan itu. Karena jelang perhelatan ajang multi-event untuk atlet disabilitas belum ada kepastian duta Tanah Rencong mengikuti ajang tersebut. “Setelah tak jelas jadi atau tidak berangkat. Kami seragam yang tidak lengkap, uang saku minim dan bonus belum jelas. Kondisi ini mempengaruhi mental kami dalam bertanding di Peparnas,” ujarnya.

Diakui Rasyidi, dirinya sudah cukup bersabar sejak Peparnas lalu hingga sekarang. Bahkan provinsi lain sudah meminta agar dirinya pindah. Tapi sebelumnya sudah diajukan untuk pindah, sayangnya masih ditolak dan ia masih ingin membela Aceh. Dirinya diminta bersabar untuk dalam Peparnas XV 2016 Jawa Barat. “Kali ini kalau tidak ada kejelasan pindah saja. Saya akan tunggu 2 bulan setelah Peparnas, kalau tak jelas berangkat saja,” ujarnya.

Kepada Pemerintah Aceh, Rasyidi mengharapkan kepedulian terhadap atlet cacat. Ia tak meminta agar diperlakukan sama seperti atlet yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON). Kalau mereka diberikan bonus setelah meraih medali, ia juga mengharapkan mendapatkan meski jumlahnya tidak sama. Dirinya juga mengharapkan kepedulian dari KONI Aceh dan Pemerintah Aceh. “Mohon jangan dilupakan kami. Karena kami tidak minta diperlakukan sama, tapi ada kepedulian juga,” harapnya.(adi)

Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help