Tersangka Mi Boraks Ditahan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (18/10) menahan dua tersangka kasus

Tersangka Mi Boraks Ditahan

LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (18/10) menahan dua tersangka kasus mi berboraks di Rumah Tahanan Negara (Rutan) setempat. Mereka ditahan setelah Polres Lhokseumawe menyerahkan kedua tersangka bersama barang bukti ke jaksa.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim, AKP Yasir SE, menjelaskan, pihaknya menyerahkan berkas kasus itu ke Kejari sekitar dua pekan lalu. Setelah diselidiki, menurutnya, pada Senin (17/10) jaksa menyatakan berkasnya lengkap (P21). “Hasil koordinasi lanjutan dengan jaksa, tersangka dan barang bukti kita limpahkan hari ini,” kata AKP Yasir didampingi Kanit Tipiter, Ipda Boestani, Selasa (18/10).

Adapun barang bukti yang diserahkan, sebutnya, antara lain bahan baku mi seberat 3,2 Kg, mi seberat dua ons, satu sendok makan, satu gelas plastik, satu bungkus garam, satu kotak zat pewarna, satu ember berisi air abu, boraks, satu gayung, dan satu ember.

Berkas kasus itu, lanjut AKP Yasir, juga dilengkapi hasil pemeriksaan laboratorium dan keterangan sembilan saksi. “Saksi itu antara lain polisi yang menangkap tersangka, penjual mi di Pasar Inpres Lhokseumawe, serta saksi ahli dari Dinkes Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh,” pungkas Kasat Reskrim.

Seperti diketahui, Polres Lhokseumawe dan tim Dinkes setempat, Selasa (28/6) pagi memeriksa mi yang dijual di kawasan Pasar Inpres Lhokseumawe. Hasilnya, mi tersebut positif mengandung boraks. Dari temuan itu, polisi menggerebek lokasi pembuatan air abu yang mengandung boraks di kawasan Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Di sana polisi menyita mi, air abu, boraks dan sejumlah barang bukti lainnya. Lalu, mi itu dikirim ke BBPOM untuk diperiksa. Hasilnya, mie tersebut positif mengandung boraks. Sehingga polisi menetapkan Ya (51), pemilik usaha pembuatan mi di Samudera dan Ye (26), pembuat mi di tempat tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Saat kasus itu masih dalam proses di kepolisian, kedua tersangka tidak ditahan karena dinilai kooperatif.

Kasi Pidana Umum Kejari Lhoksukon, Fahmi A Jalil mengatakan, pihaknya sudah dua tersangka dan barang bukti kasus mi mengandung boraks di Polres Lhokseumawe. Menurutnya, kedua tersangka langsung ditahan di Rutan

Lhoksukon. Tujuannya, sebut Faisal, untuk mempermudah proses hukum lanjutan. “Jadi, sekarang kami sedang merampungkan dakwaan terhadap kedua tersangka. Jika sudah selesai, segera kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Lhoksukon,” pungkas Fahmi.(bah)

Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help