Tongkang Batubara Dihantam Badai

Badai dan angin kencang yang melanda Meulaboh, Aceh Barat, Senin (17/10) menyebabkan

Tongkang Batubara Dihantam Badai

MEULABOH - Badai dan angin kencang yang melanda Meulaboh, Aceh Barat, Senin (17/10) menyebabkan satu kapal tongkang bermuatan batubara terhempas di laut teluk Meulaboh, Aceh Barat.

Tongkang yang belum diketahui pasti pemiliknya itu hingga kemarin masih berupaya ditarik oleh satu tugboat (kapal tunda). Informasi yang diperoleh Serambi, kapal tongkang tersebut berada tidak jauh dari daratan di kawasan laut teluk Meulaboh atau sekitar laut Suak Indrapuri Meulaboh, Aceh Barat. Sempat mencuat kabar bahwa tongkang yang bermuatan batubara merupakan milik PT Mifa Bersaudara atau batubara PLTU Nagan Raya.

Sebab, selama ini aktivitas bongkar muat batubara hanya dilakukan PT Mifa di Peunaga Cut Ujong Aceh Barat dan PLTU Nagan Raya di Suak Puntong Nagan Raya yang terletak berdampingan.

Manager PLTU Nagan Raya Andi Makasau kepada Serambi kemarin mengatakan dari pengecekan terhadap rekanan dari PLN selaku pihak yang melansir batubara dari kapal ke daratan untuk PLTU tidak ada tongkang milik mereka yang terdampar. “Semua tongkang kita ada,” kata Andi. Sementara Humas PT Mifa Bersaudara, Azizon Nurza mengaku masih akan mengecek laporan adanya tongkang terdampar apakah benar milik mereka atau milik perusahaan lain.

“Belum ada laporan. Saya akan mengecek dulu ke lapangan terhadap informasi tersebut,” kata Azizon kemarin. Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin menyebutkan tongkang dari laporan yang diperoleh pihaknya kapal tongkang tersebut milik PT Mifa Bersaudara. “Sedang ditarik kembali oleh tugboat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya Edi Darlupti kemarin mengatakan cuaca ekstrem masih melanda di sejumlah wilayah barat selatan Aceh. Ia meminta masyarakat mewaspadai terhadap perubahan cuaca tersebut beruapa hujan deras, yang berdampak terjadinya banjir dan longsor di sejumlah wilayah serta angin kencang terutama nelayan di laut. “Hujan masih akan turun dan angin kencang dengan kecepatan 30 kilometer per jam masih akan terjadi beberapa hari ke depan,” katanya.(riz)

Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help