SerambiIndonesia/

Polisi Razia SMAN 1 Tanah Luas

Personel Polsek Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Senin (31/10), merazia siswa-siswi kelas

Polisi Razia SMAN 1 Tanah Luas

* Ditemukan Siswa Membawa Rokok dan Handphone

LHOKSUKON - Personel Polsek Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Senin (31/10), merazia siswa-siswi kelas dua dan tiga SMAN 1 Tanah Luas. Dalam razia itu, petugas menemukan siswa yang membawa rokok dalam tasnya. Polisi juga menemukan siswa yang membawa handphone (hp), padahal sekolah itu melarang siswa membawa hp ke sekolah.

Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Riyandi, kepada Serambi mengatakan, razia tersebut dilaksanakan dalam rangka program saweu sikula oleh jajaran kepolisian, sekaligus mengadakan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas.

Ipda Riyandi menambahkan, razia tersebut dilakukan untuk mencegah mencegah beredarnya barang-barang terlarang pada kalangan pelajar, seperti foto-foto dan video porno, rokok, dan narkotika.

“Dalam razia itu kami temukan 10 siswa membawa handphone, ada juga yang kedapatan membawa rokok. Handphone dan rokok tersebut kami serahkan kepada guru. Siswa-siswa yang membawa hp dan rokok itu kami minta dibina pihak sekolah agar mereka tak mengulangi lagi perbuatannya,” kata Ipda Riyandi.

Ia mengatakan, jika dalam razia ke depan masih ditemukan ada siswa yang membawa handphone ke sekolah, petugas akan menyitanya dan baru dikembalikan saat siswa tersebut lulus sekolah. Sedangkan siswa yang kedapatan membawa rokok, tentu akan ada sanksi lainnya.

“Handphone selain dapat mengganggu proses belajar mengajar, juga dikhawatirkan akan mengarah kepada hal negatif,” kata Kapolsek Tanah Luas. Ditambahkan, tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan kepada para penerus generasi yang akan datang.

Sementara itu, petugas Satpol PP Lhokseumawe, Senin (31/10), menangkap 19 siswa satu diantaranya wanita, karena bolos sekolah. Mereka ditangkap sekitar pukul 08.30 WIB, di tiga lokasi terpisah, yakni di dua kafe dan satu warung internet (warnet).

Kasatpol PP danWH Kota Lhokseumawe, Irsyadi menyebutkan, pagi kemarin pihaknya merazia dua kafe di kawasan KP-3. Di dua kafe itu, petugas menangkap 13 siswa, satu diantaranya wanita. Enam siswa lainnya ditangkap di warnet Jalan Darussalam. “Mereka berasal dari sejumlah sekolah, ada SMK dan SMA,” kata Irsyadi.

Siswa yang terjaring razia langsung dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH. Mereka dimintai keterangan, selanjutnya dipanggil orang tua dan juga para kepala sekolah untuk proses pembinaan lanjutan.

“Hasil pemeriksaan, mereka mengaku bolos karena datang terlambat sehingga tak berani lagi ke sekolah. Tapi kami rasa itu hanya alasan mereka, sebab di tas mereka rata-rata kita temukan pakaian bebas. Artinya memang dari rumah sudah berencana bolos,” demikian Irsyadi.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help