Pilkada 2017

Mualem-Irwandi Serukan Tenang

Gesekan antar-pendukung pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf

Mualem-Irwandi Serukan Tenang - irwandi_20161103_092837.jpg
Mualem-Irwandi Serukan Tenang - muzakir-manaf_20161103_092713.jpg

BANDA ACEH - Gesekan antar-pendukung pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem)-TA Khalid dan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang terjadi di Kembang Tanjong, Pidie disikapi dengan sangat arif oleh kedua bakal calon tersebut. “Kita serukan tenang, nggak perlu terpancing. Ini masalah anak-anak di lapangan,” begitu tanggapan Mualem dan Irwandi yang dihubungi Serambi terpisah, Rabu (2/11).

Mualem yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), mengatakan, perusakan alat peraga kampanye milik masing-masing paslon di Kembang Tanjong, Pidie merupakan kerja anak-anak di lapangan.

“Karena itu kerja anak-anak, biarlah pihak KPA dan PA Kecamatan dan Kabupaten yang menyelesaikannya secara damai. Tidak perlu marah-marah, apalagi balas dendam,” tegas Mualem menjawab Serambi, Rabu (2/11). Dia membenarkan mendapat laporan tentang adanya sekelompok orang mencopot dan membakar bendera PA di depan Kantor PA di Kembang Tanjong.

Pengurus KPA/PA dan simpatisan diharapkan oleh Mualem tidak perlu terpancing dengan provokasi murahan atau politik adu domba antar-partai dan paslon yang mungkin dilakukan orang tertentu untuk mengambil keuntungan.

“Saya serukan kepada Pengurus KPA/PA di desa, kecamatan, dan kabupaten/kota agar dalam suasana kampanye ini terus meningkatkan silaturahmi dan membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat. Tujuannya agar paslon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota yang diusung dan didukung PA bersama partai lainnya mendapat dukungan penuh pada saat pencoblosan 15 Februari 2017,” tandas Mualem.

Kepada KIP, panwaslih, dan tim Gakumdu di kabupaten/kota diharapkan oleh Mualem untuk terus mensosialisasikan tatacara pemasangan alat peraga kampanye agar masyarakat dan simpatisan paslon tidak salah dalam menempatkan alat peraga kampanye. “Ini penting, agar simpatisan paslon dan tim sukses tidak saling rusak merusak alat peraga kampanye milik paslon lainnya,” demikian Mualem.

Tak perlu yang tua-tua
Tanggapan terhadap laporan terjadi gesekan antar-pendukung paslon gubernur/waki gubernur di Kembang Tanjong juga disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Nasional Aceh (MPP PNA), Dr drh Irwandi Yusuf MSc.

Irwandi meminta kader partainya untuk berlaku tenang dan menahan diri, sehingga tidak sampai memperkeruh suasana di Kembang Tanjong pascainsiden perusakan sejumlah alat peraga kampanye (APK) dua pasangan calon gubernur Aceh, Rabu (2/11).

“Ini perbuatan anak-anak di lapangan. Jadi, tidak usahlah yang tua-tua dari provinsi turun tangan. Biarkan orang tua setempat dan wiseman lokal yang tangani,” kata Irwandi Yusuf saat dihubungi Serambi via telepon, Rabu sore. Irwandi mengaku sedang berada di Jakarta. Ditanya tentang penyebab dan latar belakang kasus itu, Irwandi menyatakan tak terlalu penting untuk diungkap dan dipublikasi. “Ya sudah terjadi, ya sudahlah. Yang penting, kita harapkan ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini. Mari masing-masing pihak saling introspeksi, saling tahan dan jaga diri,” ujar Irwandi.

Irwandi mengaku sangat sependapat dengan sikap Muzakir Manaf (Mualem), calon gubernur dari Partai Aceh, yang menilai bahwa kasus di Kembang Tanjong itu tidak terlalu penting, sehingga tak perlu dibesar-besarkan. “Kalau spanduk dirusak, ya kita ganti. Kalau bendera rusak, ya ganti. Ini kan tahun politik, jadi stok spanduk dan bendera tentunya masih banyak,” kata Irwandi.

Untuk pengusutan kasus ini, lanjut Irwandi, sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini panwaslih. “Yang penting ke depannya jangan sampai terjadi lagi, karena memang tak perlu. Tak perlu ada pergesekan. Lihatlah betapa akrabnya saya dengan Mualem, komunikasi kami pun lancar. Kalau bisa akur, kenapa harus bertikai?” kata mantan ahli propaganda GAM ini. (her/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help