Pelaksanaan Hukuman Cambuk tak Berjalan

Sebanyak 15 kasus Maisir (perjudian) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) berdasarkan

Pelaksanaan Hukuman Cambuk tak Berjalan
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI

* Hukuman Cambuk Diganti Hukuman Penjara

IDI - Sebanyak 15 kasus Maisir (perjudian) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Aceh Timur, belum juga dieksekusi. Ke-15 kasus Jarimah Maisir yang divonis hukuman cambuk itu, sebanyak 10 kasus telah divonis sejak tahun 2015 dan 5 kasus divonis dalam tahun 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Timur, M Ali Akbar SH MH melalui Kasipidum, T Tarmizi SH, Rabu (9/11) mengatakan, akibat pelaksanaan hukuman cambuk untuk kasus yang terjadi di tahun 2015 tidak berjalan, beberapa pelaku Maisir yang diadili tahun ini terpaksa dihukum penjara. Padahal seharusnya mereka mendapat hukuman cambuk.

“Karena tidak ada ketegasan dari Pemkab Aceh Timur untuk melaksanakan eksekusi cambuk terhadap terpidana pada tahun sebelumnya, tiga terpidana Maisir yang diadili bulan November tahun ini, hanya kami tuntut hukuman penjara. Terkait hal ini, Mahkamah Syar’iyah sependapat dengan tuntutan kami. Saat ini ketiga terpidana itu sedang menjalani masa tahanan di Rutan Idi,” jelasnya.

Jika nantinya Pemkab Aceh Timur melaksanakan eksekusi hukum cambuk bagi terpidana dari 15 kasus itu, maka jumlah cambuknya akan dikurangi dengan masa tahanan yang telah mereka dijalani. “Kalau terpidananya sudah menjalani masa tahanan satu bulan, maka hukuman cambuknya dikurangi satu kali dari jumlah cambuk yang diputuskan Mahkamah Syariyah,” jelas T Tarmizi.

T Tarmizi mengatakan, pihaknya tetap mengharapkan agar Pemkab Aceh Timur konsisten menjalankan eksekusi cambuk bagi terpidana kasus Jarimah Maisir, untuk menjaga wibawa atas putusan Mahkamah Syariyah. “Selain itu juga sebagai komitmen dalam menjalankan perintah Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” jelas T Tarmizi.

Menurut T Tarmizi, para terdakwa dalam kasus Jarimah Maisir ini lebih antusias menerima hukuman cambuk daripada menjalani hukuman penjara. “Karena kalau hukuman cambuk sudah dilaksanakan, maka terpidana langsung diserahkan kepada keluarga dan proses hukumannya selesai,” ungkap T Tarmizi.

Terkait belum dilaksanakannya eksekusi cambuk ini sebagai implementasi penerapan Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat di Aceh ini, Kadis Syariat Islam (SI) Aceh Timur, Rusydi mengaku tidak ada kendala bagi pihaknya untuk melaksanakan uqubat cambuk bagi para pelanggar syariat Islam itu. Namun menurut Rusydi, penerapannya masih perlu sosialisasi lebih lanjut.

“Tidak ada kendala untuk melaksanakannya. Kami hanya ingin hukuman cambuk ini dilaksanakan setelah proses sosialisasinya tuntas, agar masyarakat paham,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya pun sedang berkoordinasi dengan lembaga terkait yakni Kejaksaan, Mahmakah Syar’iyah, Kepolisian dan WH, soal pelaksanaan eksekusi cambuk itu. “Kami sedang berkoordinasi dengan seluruh lembaga terkait, setelah itu baru diketahui kesimpulannya,” ungkap Rusydi.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved