SerambiIndonesia/

Pilkada 2017

Apa Karya di ‘Istana’ Keumala

KANDIDAT Gubernur Aceh, Zakarya Saman atau kerap disapa Apa Karya saat ini justru lebih

Apa Karya di ‘Istana’ Keumala

KANDIDAT Gubernur Aceh, Zakarya Saman atau kerap disapa Apa Karya saat ini justru lebih benyak menetap di kediamannya, pinggiran Jalan Keumala-Tangse atau persisnya di Gampong Jiemjim, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie.

Pertimbangan utamanya, letaknya yang lebih mudah dijangkau oleh para pendukungnya, baik pendukung dari pantai timur Aceh maupun pantai barat. “Sejak ditetapkan sebagai calon, saya lebih memilih tinggal di rumah ketimbang melakukan kunjungan ke berbagai daerah,” sebut Apa Karya kepada Serambi di sela-sela menghadiri acara resepsi perkawinan sahabatnya di Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Sabtu pekan lalu.

Serambi sudah beberapa kali mendatangi kediaman mantan menteri pertahanan GAM itu. Rumahnya berlantai dua dengan luas lebih dari 25x35 meter. Ada tujuh kamar di dalamnya, empat kamar di lantai pertama dan tiga kamar di lantai dua. Beberapa bidang ruangan dilengkapi wallpaper, termasuk di ruang tamu. Ada pula kolam renang berukuran sekitar 4x15 meter yang terletak di dalam rumah. Menurut Apa Karya, luas pekarangannya sendiri mencapai 3.000 meter.

Saat di Banda Aceh, Apa Karya punya sebuah rumah sewaan di kawasan Neusu. Begitupun, rumah ini hanya untuk persinggahan semata. Dia lebih banyak berada di ‘istana’ Keumala.

Apa Karya mengaku setiap hari didatangi pendukungnya dari berbagai daerah. Secara resmi dia juga telah membentuk posko timses, baik di Beureunuen, Pidie, Banda Aceh, Bireuen, Meulaboh, bahkan hingga ke Langsa dan Aceh Tamiang. “Kita optimis, insya Allah. Namun, semuanya tentu kita serahkan hasilnya kepada Allah SWT,” kata dia.

Dia juga meminta pendukungnya tidak anarkis. Semua tahapan pesta demokrasi ini harus dilalui dengan cara-cara damai. “Mencoblos itu cuma satu menit, namun kerugiannya tak terhingga jika salah coblos. Perkuat silaturahmi dan tempuhlah cara-cara damai,” kata pria ini. “Apalagi setelah gontok-gontokan, ternyata masih dalam satu gampong yang selalu berjumpa. Jadi, buat apa kisruh. Jadikan pesta demokrasi ini sebagai wadah aspirasi bersaudara,” timpalnya lagi. Dia menambahkan, siapapun saat ini tidak bisa memastikan siapa yang menang, sehingga tidak perlu ada yang sombong . Hanya Allah yang tahu hasilnya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help