Minggu, 14 Juni 2026

Citizen Reporter

Air Keran di Box Hill Langsung Bisa Diminum

MEMINUM langsung air keran, amankah? Ini salah satu pertanyaan yang menarik bagi saya ketika mendengar

Tayang:
Editor: bakri

OLEH NURHAFNA ZAKARIA, Mahasiswa Program Studi Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melaporkan dari Australia

MEMINUM langsung air keran, amankah? Ini salah satu pertanyaan yang menarik bagi saya ketika mendengar penjelasan Prof Ismed Fanani, senior lecturer di Deakin University, Fakultas Art & Educatin di Melbourne Australia.

Di daerah Box Hill, Melbourne dan di seluruh Australia kita memang dapat meminum langsung air dari keran (tab water), baik yang ada di rumah, kafe, restoran, kampus, maupun di tempat publik lainnya. Bahkan stan keran air siap minum bisa dijumpai di mana-mana secara gratis. Air yang kita minum dari keran ini tidak bikin perut sakit.

Ini juga salah satu prestasi Pemerintah Australia dalam mengembangkan berbagai macam penelitian (riset) dan setiap riset di Australia dibayar mahal oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan penemuan-penemuan terbaru yang bermanfaat bagi manusia. Salah satunya adalah kecanggihan pengelolaan air bersih.

Untuk menjaga ketersediaan air bersih siap minum, mereka mau menginvestasikan dana besar untuk berbagai pembaruan air minum. Termasuk untuk sistem desalinasi, yaitu pengubahan air asin menjadi air tawar. Mereka juga bersungguh-sungguh menjaga pipa saluran steril untuk menjaga keamanan dan kualitas air yang bersih serta mencegah penguapan air.

Selain membangun infrastuktur pengolahan air bersih, mereka juga bertekad untuk tidak membuang limbah di sungai dan perairan yang akan mengganggu stabilitas saluran air. Pemerintah pun mengajak pihak industri bekerja sama dalam menjaga keberlangsungan air yang bersih. Jadi, tidak heran jika air di dalam keran bisa diminum kapan saja tanpa perlu dimasak lebih dulu.

Seminggu sudah kami di Box Hill, Melbourne, dalam rangka memperoleh pengalaman akademik di luar negeri di bawah naungan Kementrian Agama, Mora Scholarship Students Mobility Program 2016. Kegiatan ini diperuntukan bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi Islam dari seluruh Indonesia guna merasakan pengalaman akademik di luar negeri. Tentunya setelah melalui seleksi yang sangat ketat oleh pihak Mora (Ministry of Religious Affairs Indonesia). Target kunjungan akademik kami kali ini ialah Deakin University.

Deakin merupakan surga universitas bagi mahasiswa internasional, karena meski terbilang baru, tapi perkembangannya cukup populer di Australia. Bahkan Deakin masuk top 50 universitas di bawah 50 tahun dan mendapat bintang lima dari QS World Universirty Ranking.

Selama belajar di Kampus Deakin saya dan 25 mahasiswa lainnya dari Indonesia tak perlu membeli air mineral. Kami hanya membawa botol kosong ke kampus untuk menampung air dari keran lalu diminum ketika waktu istirahat. Bahkan ada dari teman saya cukup mendekatkan saja mulutnya di keran, ia dia minum sepuasnya. Tidak ada satu pun dari kami yang mengalami sakit perut karena meminum air dari keran tanpa dimasak lebih dulu.

Terus terang, saat pertama kali tiba di Box Hill, Melbourne, saya merasa ragu untuk meminum air langsung dari keran tanpa dimasak lebih dulu. Tapi setelah mendengar beberapa pejelasan dosen, saya akhirnya yakin untuk meminumnya.

Hal ini tentu saja sangat membantu kami mahasiswa Indonesia untuk berhemat. Tak perlu berpikir lagi soal air minum. Apalagi harga air mineral per botol di Australia lumayan mahal, berkisar 3 dolar sampai 20 dolar. Nah, dengan adanya air keran siap minum, tentu lumayan membantu, bukan? Jadi, kita tak perlu repot-repot untuk membawa ataupun mengeluarkan uang untuk membeli air mineral ketika jalan-jalan di Melbourne. Kalau haus, langsung saja kita cari stan air minum ataupun menghampiri ruang publik lainnya.

Bak kata pepatah bijak, jika ada dua hal yang baik dan buruk, maka ambillah yang baik sebagai pembelajaran berharga dan buanglah hal buruk yang tidak berguna. Bahkan Al-Ghazali, filsuf muslim, juga menegaskan “Mencari ilmu adalah jihad dan menyampaikan ilmu adalah ibadah.”

Oleh karena itu, saya berharap Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Aceh, dapat meniru kemajuan pengelolaan air bersih dari Pemerintah Australia. Terlepas dari itu, Indonesia punya kans sangat besar dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Apalagi Aceh yang punya banyak sumber air seperti sungai, danau, mata air pengunungan, bahkan air laut yang juga dapat dimanfaatkan dengan pengelolaan yang baik.

Dengan membuka selebar-lebarnya ranah penelitian dan terus meningkatkan kualiats SDM, saya yakin kita akan mampu maju sesuai perkembangan zaman, karena kita adalah negara kaya yang warganya punya aneka kompetensi dalam berbagai bidang.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved