Senin, 13 April 2026

Ridwan Kamil Mengaku Iri pada Banda Aceh

"Ini yang bikin saya iri, karena kami di Bandung tak seleluasa Banda Aceh dalam membangun taman-taman kota,"

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Yusmadi
IST
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sedang menerima sertifikat dari Asisten III Pemko Banda Aceh, M Nurdin, didampingi moderator Yarmen Dinamika seusai Talkshow Akkopsi di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (24/11/2016) sore. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil ST MUD memuji Banda Aceh sebagai kota yang perkembangannya pesat, tapi tetap memiliki ruang terbuka hijau (RTH) yang proporsional dengan luas kotanya.

"Ini yang bikin saya iri, karena kami di Bandung tak seleluasa Banda Aceh dalam membangun taman-taman kota," ujarnya dalam Talkshow  Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (24/11/2016) sore.

Pernyataan wali kota yang akrab disapa "Kang Emil" itu ia sampaikan di depan Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh petahana yang sedang cuti kampanye karena mencalonkan diri sebagai Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022.

Pernyataan Kang Emil itu juga didengar langsung Ketua Umum Akkopsi, M Rizal Effendi yang notabene Wali Kota Balikpapan.

Forum itu juga dihadiri sejumlah bupati/wali kota dan hampir semua kepala Bappeda kabupaten/kota se-Indonesia yang merupakan anggota Akkopsi.

Dalam talkshow yang merupakan 'sharing season' antarbupati/wali kota anggota Akkopsi itu, Kang Emil juga menyebutkan kepadatan penduduk di kota yang dipimpinnya itu sangat rapat, mengingat jumlahnya mencapai 2,4 juta jiwa dengan luas 167,7 km2, sehingga kedapatan penduduknya rata-rata 14.312 orang per km2.

Sedangkan Banda Aceh yang luasnya 61,36 km2, berpenduduk 220.737 jiwa, sehingga rata-rata kepadatan penduduknya hanyalah 3.597 orang per km2.

Dengan demikian, kepadatan penduduknya masih sangat longgar dan memungkinkan dibangun banyak taman kota atau ruang terbuka hijau.

Tapi kalau di Bandung, kata Kang Emil, taman kotanya rata-rata tidak terlalu luas karena terdesak atau terjepit oleh permukiman penduduk dan perkantoran.

Namun, ia punya kiat yakni dengan membangun taman hijau tapi tematik. Ada namanya Taman Film, Taman Foto, dan Taman Lansia. Jadi, taman itu tetap ramai dikunjungi oleh komunitas sesuai dengan kategori taman tersebut.

Kang Emil juga membeberkan bahwa sekolah-sekolah di Kota Bandung dia haruskan membangun toilet sekelas toilet hotel bintang 3 supaya sanitasi di sekolah pun baik.

Ia juga memasyarakatkan gerakan kutip sampah dua hari sekali. Ia sendiri ikut mengutip sampah di jalanan dan di ruang publik lainnya bersama warga, sehingga kota itu semakin bersih.

Apabila ada warga yang ketahuan membuang sampah di sungai atau berkendara di atas trotoar jalan, maka orang tersebut ditangkap, lalu foto wajahnya dipampangkan di facebook.

Cara seperti ini ternyata sangat efektif karena warga umumnya malu kalau wajahnya dipampangkan di facebook atau spanduk yang dipasang di pinggir sungai yang ia cemari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved