Setelah Sembilan Tahun, Nagan Raya Kembali Cambuk Pelanggar Syariat

Prosesi eksekusi hukuman cambuk yang dilaksanakan kali ini merupakan eksekusi kedua, setelah eksekusi terhadap pelaku judi pada tahun 2007.

Setelah Sembilan Tahun, Nagan Raya Kembali Cambuk Pelanggar Syariat
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR

Laporan Dedi Iskandar | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kejaksaan Negeri Nagan Raya bersama Dinas Syariat Islam dan Polisi Wilayatul Hisbah kabupaten setempat mengeksekusi cambuk pada Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 14.00 WIB  terhadap delapan pelanggar syariat Islam yang tertangkap berjudi (maisir) beberapa waktu lalu.

Prosesi pelaksanaan hukuman cambuk tersebut berlangsung di Kompleks Masjid Baitul Qiram, Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala yang dihadiri pejabat pemkab serta unsur muspika dengan pengalanan ketat dari aparat kepolisian bersenjata.

Prosesi eksekusi hukuman cambuk yang dilaksanakan kali ini merupakan eksekusi kedua, setelah eksekusi hukuman cambuk terhadap pelaku judi (maisir) pernah dilakukan sekitar tahun 2007 lalu di Jeuram, Kecamatan Seunagan.

Delapan penjudi yang dicambuk tersebut diantaranya bernama Nasruddin, Dedi Damudi, Edi Sastrawan Syafrudin, Barmin, Sujiran, Budi Anto yang dicambuk sebanyak delapan kali.

Sedangkan pemilik rumah bernama Darep Susanto dicambuk sebanyak 15 kali karena dianggap turut menyediakan sarana/tempat berjudi bagi masyarakat.

Ribuan warga juga menyaksikan prosesi pelaksanaan hukuman cambuk yang dilaksanakan usai ibadah shalat Jumat tersebut.

Bahkan ketika terpidana ini dilakukan, sejumlah warga turut mengeluarkan kata sumpah serapah dengan harapan hal serupa tak lagi terulang di kemudian hari.

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, M Alinafiah kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan hukuman cambuk mengatakan eksekusi terhadap delapan orang terpidana Maisir itu dilakukan, guna melaksanakan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Hakikat hukuman eksekusi cambuk ini bukanlah sebagai suatu balas dendam, akan tetapi sebagai pembelajaran untuk mendidik masyarakat, sehingga menjadi efek jera sehingga perbuatan tersebut (maisir) melanggar aturan," kata Kejari M Alinafiah. (*)

Penulis: Dedi Iskandar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved