Muslim Rohingya Terus Dibantai, KAHMI Minta Pemerintah Indonesia Tekan Pemerintah Myanmar

"Bila perlu memutuskan hubungan diplomatik dengan rezim bandit Myammar, jika mereka terus membantai muslim Rohingya,"

Muslim Rohingya Terus Dibantai, KAHMI Minta Pemerintah Indonesia Tekan Pemerintah Myanmar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Poster dan spanduk yang mengecam Biksu Ashin Wirathu dan tokoh prodemokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dibawa massa dari Solidaritas Indonesia untuk Kemanusiaan saat berdemonstrasi terkait etbis Rohingya di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2015). Demonstran mendesak Myanmar menghentikan kekerasan, melindungi, dan mengakui keberadaan etnis Rohingya. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Koordinator Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Aceh Timur, Muhammad Dayyan, MEc, mendesak Pemerintah Indonesia untuk melakukan langkah nyata dengan menekan Pemerintah Myamar terkait aksi mereka yang terus membantai muslim Rohingya di Rakhine, Burma.

"Bila perlu memutuskan hubungan diplomatik dengan rezim bandit Myammar, jika mereka terus membantai muslim Rohingya," ungkap Koordinator Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Aceh Timur, Muhammad Dayyan MEc dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (26/11/2016).

Dua minggu terakhir ini, jelas Muhammad Dayyan, kita kembali mendapat kabar yang sangat menyayat rasa kemanusian.

Betapa tidak, di zaman modern ini masih ada negara Myammar yang berprilaku biadab dan brutal membantai muslim rohingya.

"Foto-foto satelit dan lainnya menunjukkan bukti-bukti kebiadaban itu nyata, di mana manusia dimutilasi, disiksa dengan sadis, diperkosa secara masif oleh tentara Myammar," katanya.

Suku Rakhine yang muslim itu, ungkap Muhammad Dayyan, sudah lama diperlakukan secara biadab tanpa ada upaya dari badan-badan perdamaian dunia seperti PBB untuk menghentikan rezim bandit Myammar.

Selain Pemerintah Indonesia diminta untuk melakukan langkah nyata, jelas Muhammad Dayyan, KAHMI Aceh Timur juga meminta PBB segera mengirim pasukan perdamaian ke Myammar untuk menghentikan pembataian terhadap muslim Rohingya dan membantu mereka yang telah terusir dari negaranya.

KAHMI juga  mendesak negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk ikut proaktif membantu pengungsi Rohingya yang sudah lari dan ikut menekan pemerintah rezim bandit Myanmar untuk menghentikan aksi brutalnya terhadap muslim Rohingya.

"Kami juga menghimbau kepada kaum muslimin di Indonesia dan Aceh khususnya untuk terus mendo'akan bagi kehancuran rezim bandit Myanmar dan mendoakan keselamatan muslim Burma di Rakhine," ungkap Dayyan. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved