SerambiIndonesia/

Droe Keu Droe

Surat untuk Penindas Muslim Rohingya

DUHAI dunia, negara adidaya. Bangsa superpower, negeri Paman Sam. Negara yang selalu mengagungkan hak-hak asasi manusia (HAM)

Surat untuk Penindas Muslim Rohingya
Executive Direktor BHRN, Kyaw Win, Senin (21/11) memperlihatkan foto rumah warga muslim Rohingya yang dibakar kelompok garis keras Budha di Rakhine, Myanmar beberapa hari lalu. SERAMBI/ZUBIR 

DUHAI dunia, negara adidaya. Bangsa superpower, negeri Paman Sam. Negara yang selalu mengagungkan hak-hak asasi manusia (HAM). Negara yang berslogan mengayomi dunia. Negara pemberantas terorisme. Bangsa yang menyatakan peduli kemanusiaan. Negara yang disegani semua bangsa dunia.

Kami tak meminta uang darimu. Tak mengharap makanan lezat seperti yang kalian makan. Kami tak menuntut tempat tinggal mewah dengan selimut lembut nan halus. Kami juga tak ingin kalian merasakan pedih seperti penderitaan saudara kami muslim Rohingya. Kami tak ingin kehalusan kulit kalian ditusuk hawa malam yang menembus pori-pori.

Biarkan kami yang menikmati tidur beratap langit beralas bumi dihembus angin dibakar mentari. Hanya satu pinta kami. Jangan mengganggu keyakinan kami dalam hidup. Kami yakin hidup bukan untuk bermusuhan, bukan untuk saling membunuh menumpahkan darah. Hidup kami hanya untuk mendapatkan pahala menggapai ridha Allah.

Darahmu dan darah kami sama. Nyawamu dan nyawa kami juga sama. Sama-sama perlu dijaga. Engkau jaga nyawamu untuk mengabdi pada Tuhanmu. Kami menjaga nyawa muslim untuk mengabdi pada Rabb kami sebelum ia mengutus malaikat-Nya untuk menjemput kami.

Hamzah, S.HI
Alumni IAI Al-Aziziyyah
Samalanga, Bireuen.
Email: hamzahrusli@gmail.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help