SerambiIndonesia/

Ini 7 Makanan Sadis yang Menakutkan di Dunia, Siapa Berani Coba?

beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial.

Ini 7 Makanan Sadis yang Menakutkan di Dunia, Siapa Berani Coba?
Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Sannakji, hidangan khas Korea terbuat dari gurita hidup yang dipotong-potong 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Organisasi aktivis hewan, People for the Ethical Treatment of Animal (PETA) baru-baru ini mengecam sejumlah restoran di Amerika Serikat yang menyajikan gurita hidup-hidup kepada konsumen. PETA meluncurkan petisi perlindungan hukum untuk hewan laut.

Sebab cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap kejam seperti dikutip dari Dailymail:

1. Gurita hidup

Penyajian gurita hidup berasal dari Korea Selatan dengan nama sannakji. Cara penyajiannya, koki akan memotong tentakel gurita yang masih hidup. Kemudian setelah tentakelnya habis, barulah gurita disayat.

Sannakji biasanya disajikan dengan kecap dan minyak wijen. Bisa juga gurita ukuran kecil dan sedang disajikan hidup-hidup tanpa disayat.

PETA mengatakan jika gurita yang termasuk sebagai hewan invertebrata cerdas, sebenarnya dapat merasakan sakit yang sama seperti halnya mamalia.

"Gurita punya sistem saraf yang canggih yang mana responsif akan rasa sakit. Jadi sebenarnya gurita menderita rasa sakit yang sangat hanya untuk pengalaman makan yang sekejap," kata wakil presiden PETA, Daphna Nachminovitch.

2. Katak hidup

Di Jepang tak hanya ikan, katak juga menjadi sashimi. Namun di salah satu restoran daerah Tokyo penyajiannya terbilang tak biasa. Koki akan menusuk katak, memotong kepala, dan menguliti katak hidup untuk disajikan di piring yang berisi es, kecap asin, dan irisan lemon.

Di video yang diambil di salah satu restoran Tokyo tersebut menampilkan katak yang sudah dikuliti kakinya tetap bergerak dan matanya masih mengedip.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help