62 Persen Penduduk Jakarta Percaya Ahok Menista Agama Islam

Basuki mengatakan, hal ini terjadi karena masih banyak warga Jakarta yang percaya bahwa dia menistakan agama.

62 Persen Penduduk Jakarta Percaya Ahok Menista Agama Islam
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Nomor urut 2, Ahok-Djarot, berfoto bersama usai acara jamuan makan berbayar dengan para pendukungnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (27/11/2016). Jamuan makan berbayar merupakan salah satu kegiatan yang diadakan Ahok-Djarot dalam rangka menggalang dana kampanye. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kembali membahas hasil surveinya yang menurun dengan para pendukungnya di Rumah Lembang.

Basuki mengatakan, hal ini terjadi karena masih banyak warga Jakarta yang percaya bahwa dia menistakan agama.

"62 persen orang Jakarta percaya saya menista agama. Mereka tidak menonton video secara menyeluruh," ujar Basuki atau Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016).

Ahok mengatakan, kebanyakan orang hanya menonton video yang disebar oleh Buni Yani.

Kemudian, mereka membaca caption video yang sudah dipotong.

Ahok mengatakan, tidak banyak juga warga miskin Jakarta yang memiliki kuota internet untuk menonton video utuh di YouTube.

"Bahkan ada 56 persen penduduk Jakarta yang enggak pakai smartphone. Lima puluh enam persen ini, walau kita sebarkan program apa saja, mereka tidak tahu," ujar Ahok.

Ahok mengatakan, ini adalah tugas para pendukungnya untuk meluruskan.

Ahok meminta pendukungnya menjelaskan kepada warga lain yang masih percaya Ahok menistakan agama.

Ahok meminta pendukungnya menunjukkan video utuh lengkap dengan gambaran suasana di sana.

Dengan begitu, warga akan tahu bahwa dia tidak berniat menistakan agama.

"Padahal yang saya maksud kan politisi busuk. Politisi yang gunakan ayat agama untuk kepentingan. Ini terjadi di kita, orang enggak mau pilih walau kepuasan terhadap kinerja saya tinggi," ujar Ahok.

Penulis: Jessi Carina

Ikuti kami di
Editor: Yusmadi
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help