Ibu Hamil Didorong Naik Perahu ke Rumah Sakit

SEORANG perempuan asal Desa Ujung, Kecamtan Singkil, Aceh Singkil yang sedang hamil besar

Ibu Hamil Didorong Naik Perahu ke Rumah Sakit
Pasien melahirkan dari Puskesamas Singkil, dievakuasi menggunakan perahu melewati banjir di Desa Ujung Bawang, menuju RSUD Aceh Singkil di Gunung Lagan, Selasa (29/11) 

SEORANG perempuan asal Desa Ujung, Kecamtan Singkil, Aceh Singkil yang sedang hamil besar, Selasa kemarin harus dievakuasi secara dramatik di tengah banjir untuk mencapai rumah sakit.

Pagi, rahimnya kontraksi hebat, pertanda si janin hendak nongol. Tapi ia tak bisa bersalin secara normal. Alhasil, dari Puskesmas Singkil ibu hamil itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil yang berada di Kecamatan Gunung Meriah.

Tapi banjir sedang berkecamuk. Tak ada jalan lain, kecuali harus naik perahu karet. Beberapa orang mendorongnya melewati genangan air bah sejauh 1 kilometer di Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil. Sambil didorong dalam perahu karet, oksigen dan infus terus dipasok ke tubuhnya.

Sesampai di lokasi dangkal, mobil ambulans yang membawanya mogok pula di tengah jalan lantaran memaksa masuk ke kubang banjir. Warga pun ramai-ramai mendorongnya. Mobil bukannya hidup, tapi malah kian terperosok. Wartawan Serambi yang ikut membantu dorong malah terperosok ke lubang jembatan sehingga kaki kirinya terluka. Telepon genggam dan kamera pun ikut mati karena terendam air.

Hati keluarga perempuan hamil tadi sedikit terobati manakala ada pemilik mobil pribadi yang bersedia membawanya ke rumah sakit. Akan tetapi, sesampai di Ketapang Indah, perjalanannya terhalang lagi karena badan jalan di kawasan itu putus selebar lima meter.

Dengan bantuan personel Kodim 0109/Singkil, akhirnya perempuan hamil tadi dibopong melewati jembatan darurat pohon kelapa untuk dinaikan ke kendaraan dinas Satlantas Polres Aceh Singkil menuju rumah sakit.

“Kita gotong secara sambung-menyambung, sehingga tak perlu lagi cari tandu,” kata Kasdim 0109/Singkil, Mayor Inf Tri Joko Purnomo kepada anak buahnya.

Setelah melewati titik kritis ini, barulah ibu hamil tadi bisa diangkut dengan leluasa naik ambulans menuju rumah sakit yang jaraknya hampir 20 km dari Singkil. Namun, karena suasana banjir besar dan hp kehabisan baterai, Serambi tak lagi memperoleh kabar tentang si ibu hamil ini. Apakah dia sudah melahirkan dengan normal atau harus malalui bedah caesar. (de)

Ikuti kami di
Editor: bakri
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help