Singkil Tenggelam

Banjir pada hari ketiga, Selasa kemarin, di Aceh Singkil bukannya surut, tapi malah tambah parah

Singkil Tenggelam
PERSONEL TNI Kodim 0109 Aceh Singkil berjibaku menarik pohon kelapa untuk membuat jembatan penghubung jalan nasional yang putus dihantam banjir di Desa Ketapang Indah, kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (29/11/2016). (SERAMBI/KHALIDIN) 

* Jalan Putus, Listrik Padam

BANDA ACEH - Banjir pada hari ketiga, Selasa kemarin, di Aceh Singkil bukannya surut, tapi malah tambah parah. Tinggi air di permukiman warga berkisar antara 40 hingga 100 cm, sehingga menenggelamkan seluruh desa di Kecamatan Singkil yang berjumlah 16 desa dan sebagian lagi di Kecamatan Singkil Utara. Hingga tadi malam debit air terus meninggi karena banjir kali ini bersamaan waktunya dengan banjir rob (pasang laut saat bulan purnama).

Kondisi semakin parah karena sekitar pukul 12.00 WIB kemarin, ruas jalan provinsi di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, putus total diterjang banjir. Awalnya, hanya gorong-gorong di kawasan itu yang tergerus. Tapi kemudian, badan jalannya ikut amblas, sehingga terpotong selebar 3 meter. Karena banjir terus mendera, alhasil sore kemarin lebar jalan yang putus itu hampir mencapai 6 meter.

Putusnya jalan menyebabkan puluhan ribu warga di 16 desa yang berada di wilayah barat Aceh Singkil itu terisolir. Mereka tak bisa lagi bergerak menuju Gosong Telaga, Rimo, atau bahkan Kota Subulussalam. Sebaliknya, orang yang ingin menuju Singkil juga terkendala sejak kemarin siang karena jalan yang putus itu merupakan satu-satunya akses menuju dan ke luar dari Singkil melalui jalur darat.

Aparat Kodim 0109/Singkil yang bermarkas tak jauh dari ruas jalan yang putus itu bahu-membahu bersama warga mengatasi keadaan. Mereka taruh dua batang kelapa sebagai titian, sehingga sejumlah warga bisa menyeberang, tanpa kendaraan. Itu pun harus dituntun aparat TNI.

Tapi menjelang sore, ruas jalan yang amblas itu semakin lebar, sehingga pohon kelapanya harus dipasang baru yang ukurannya lebih panjang. Warga ramai berkerumun di titik ini melihat banjir yang kian bergemuruh atau menyaksikan warga yang menyeberang dengan meniti hanya dua pohon kelapa.

Di tengah ganasnya arus banjir, dua anggota Kodim 0109/Aceh Singkil melintas di atas jembatan darurat kemarin siang dengan mendorong sepeda motor dinasnya. Sudah puluhan warga melintas di titi darurat itu dibantu aparat TNI, baik dari Singkil menuju Rimo maupun sebaliknya. Namun nahas, ketika dua anggota TNI itu hendak melintas dengan mendorong sepeda motornya tiba-tiba titian darurat itu patah.

Akibatnya, kedua aparat TNI yang tengah berada di tengah titian itu tercebur ke dalam banjir. Keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan berusaha menepi. Berkat bantuan masyarakat, kedua aparat tersebut berhasil diselamatkan. Sedangkan sepmor dinasnya sempat tenggelam, namun berhasil diangkat para anggota TNI bersama masyarakat secara gotong-royong.

Sementara itu, Safriadi (9), kemarin tertimpa tiang listrik milik PT PLN sehingga luka parah. Murid kelas 3 SD ini tertimpa tiang ketika petugas PLN sedang bekerja memperbaiki jaringan yang rusak akibat banjir.

Terjadinya di Dusun III Muarapea, Gampong Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara. Menurut warga, akibat kejadian itu bocah Safriadi terluka parah di bagian kepala dan kaki.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: bakri
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help