Demo Ahok

Terkait Kasus Ahok, Polri Secepatnya Limpahkan Barang Bukti dan Tersangka ke Kejaksaan

"Jaksa meminta penyidik untuk menyerahkan barang bukti dan tersangka sesegera mungkin," kata Noor.

Terkait Kasus Ahok, Polri Secepatnya Limpahkan Barang Bukti dan Tersangka ke Kejaksaan
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar hadir saat gelar perkara kasus Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di ruang rapat utama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016). Polri menetapkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama murni berdasarkan fakta hukum yang ditemui tim penyelidik. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, dalam waktu dekat penyidik akan menyerahkan barang bukti dan tersangka kasus Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Kejaksaan Agung.

Kejaksaan menyatakan berkas perkara Ahok sudah lengkap atau P21.

"Mudah-mudahan secepatnya. Kalau seandainya dimungkinkan besok, ya besok. Kalau tidak dimungkinkan, ya lusanya," ujar Boy, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Boy mengatakan, umumnya pelimpahan barang bukti dan tersangka dilakukan tak lama setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap.

Ia memastikan dalam pekan ini bisa dilimpahkan.

"Secepatnya, kami berkeyakinan penyidik kami akan menghadapkan kalau tidak dimungkinkan besok, bisa di hari berikutnya," kata Boy.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengatakan, menurut jaksa peneliti, berkas perkara Ahok sudah memenuhi aspek formil dan materiil.

Setelah ini, Kejaksaan Agung akan menyampaikan hasil itu kepada Bareskrim Polri untuk segera ditindaklanjuti.

"Jaksa meminta penyidik untuk menyerahkan barang bukti dan tersangka sesegera mungkin," kata Noor.

Dengan demikian, penyidik akan menentukan jadwal sidang Ahok begitu barbuk dan tersangka dilimpahkan.

Rencananya sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok dinyatakan sebagai tersangka penistaan agama, Rabu (16/11/2016). 

Ia dijerat Pasal 156 huruf a KUHP dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ikuti kami di
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help