Pelti Pusat Dukung Aceh

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mendukung Aceh menjadi tuan rumah

Pelti Pusat Dukung Aceh
KETUA Umum PP Pelti, Wibowo Suseno Wirjawan (kanan) menyerahkan pataka kepada Ketua Umum Pengprov Pelti Aceh, Busra Abdullah dalam pelantikan Pelti Aceh periode 2016-2021 di Lapangan Tenis Indoor Jasdam IM Neusu, Banda Aceh, Rabu (30/11) malam. 

* Tuan Rumah PON 2024

* Pengda Pelti Aceh Dilantik

BANDA ACEH - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mendukung Aceh menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Sebelumnya Tanah Rencong pernah menjadi kandidat untuk PON XX 2020 yang akhirnya terpilih Provinsi Papua.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Pelti, Wibowo Suseno Wirjawan dalam sambutan pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) Pelti Aceh periode 2016-2021 yang diketuai Busra Abdullah di lapangan Tenis Indoor Jasdam IM Neusu, tadi malam. Hadir Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak beserta jajarannya, Ketua Pelti Aceh sebelumnya, Aminullah Usman, pengurus berbagai cabang olahraga, pelatih, atlet dan tamu lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wirjawan mengaku sebelumnya PP Pelti mendukung Papua sebagai tuan rumah PON XX 2020. Dia berharap agar niat Aceh untuk menjadi tuan rumah PON XXI 2024 dapat terwujud. Ia juga memuji peningkatan prestasi Aceh dalam PON XIX 2016 di Jawa Barat. Harapannya agar prestasi yang telah diraih pada PON Jabar dapat dipertahankan dan mudah-mudahan lebih baik lagi di PON Papua. “Untuk Abu (Abu Razak, Ketua Harian KONI Aceh-red) mudah-mudahan Aceh dapat menjadi tuan rumah PON 2024,” ujar Ketua Umum PP Pelti.

Terkait Pelti Aceh, Wirjawan melihat pengurus cukup kredibel dari pengusaha, bangkir, pemerintahan dan lainnya. Pengurus ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi tenis Aceh lebih baik lagi ke depan. Kepada pengurus buatlah program yang sederhana saja dengan pembinaan junior dua atau tiga kali pertandingan. Ia menitipkan pada pengurus ini pembinaan junior senior, terutama junior yang terencana dengan baik. “Kita bisa lakukan pembinaan junior dengan murah-murah saja, jangan mahal-mahal. Saya melihat pengurus Pelti Aceh begitu solid. Selamat bekerja, supaya Pelti Aceh dapat berprestasi,” harapnya.

Ketua Umum Pengda Pelti Aceh, Busra Abdullah mengatakan, jajaran pengurus telah mewakili semua unsur dalam dunia tenis Aceh. Meliputi unsur petenis dan pelatih berpengalaman, pengusaha, pecinta tenis, perbankan, birokrat dan instansi lainnya. Diharapkan keberagaman ini dapat melahirkan kemampuan, prestasi, dan profesionalitas pengurus. “Insya Allah, kami akan berusaha meneruskan program-program sebelumnya yang dinilai baik untuk kemajuan dan prestasi tenis Aceh,” ujarnya.

Menurut Busra, beberapa program prioritas jangka pendek, antara lain sosisalisasi dan koordinasi dengan seluruh Pengcab, pelatih se-Aceh, pembinaan dan penyelenggaraan pertandingan tingkat junior. Mendukung kejuaraan di daerah. Program jangka menengah, antara lain memantapkan persiapan atlet menghadapi PORA, Pra-PON, dan PON. “Menggerakkan seluruh potensi, seperti donatur sebagai bapak asuh bagi atlet potensial dan berprestasi, kejuaaraan tingkat regional dan nasional,” ujarnya.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar mengatakan, KONI Aceh mulai 2017 mempersiapkan atlet menghadapi PON XX 2020 Papua termasuk tenis lapangan. Ia berharap di bawah kepemimpinan Busra Abdullah dapat mendesain pembinaan tenis yang baik untuk empat tahun kedepan, supaya tenis dapat meraih prestasi di Papua. Apalagi tenis memiliki banyak lapangan termasuk di Jasdam IM. “Kita berharap dengan pembinaan yang baik dapat meraih prestasi,” harapnya.

Sementara itu, sebanyak 10 petenis peringkat nasional sudah tiba di Aceh. Hanya petenis Sunu Tri Jati (Jateng) yang memegang peringkat dua nasional batal hadir. Beberapa petenis ikut menyaksikan pelantikan Pengda Pelti Aceh, Rabu (30/11) malam. Acara ini menjadi ajang welcome party menyambut petenis peringkat nasional dan lain. Turnamen Tenis Bank Aceh Open 2016 telah berlangsung sejak, Selasa (29/11) di tiga lapangan di Banda Aceh. Ada 10 petenis nasional ikut serta dengan total 70 peserta.

Ketua Harian Pelti Aceh, Budi Kafrawi mengatakan, 10 petenis nasional yang hadir yaitu Arief Rahman (Kaltim) peringkat 4 nasional, Aditya Hari Sasongko (Yogyakarta) peringkat 5, Tio Juliandi (Jabar) peringkat 7, dan Hendrawan Susanto (DKI Jakarta) peringkat 8. Panji Untung (NTB) peringkat 10, Indra Adiguna (DKI Jakarta) peringkat 11, Irfandi Hendrawan (DKI Jakarta) peringkat 12, Ekky Hamzah (DKI Jakarta) peringkat 22, Hemat Bhakti Anugerah (Aceh) peringkat 47, dan Budi Juliansyah (Aceh) peringkat 97. “Mulai besok (hari ini-red) mereka mulai main,” ujar Budi didampingi Ketua Panitia, Heri Laksana.(adi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help