Persembahan Parade Tarian Aceh yang Nyaris Punah

Namun dari puluhan tarian tradisional tersebut, kini beberapa di antaranya dinyatakan hampir punah akibat tergerus modernisasi.

Persembahan Parade Tarian Aceh yang Nyaris Punah
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Penari menampilkan tari laweuet pada pembukaan acara Revitalisasi Seni Aceh yang Hampir Punah di Taman Budaya, Banda Aceh, Selasa (22/11/2016) malam. Berbagai tarian yang hampir punah ditampilkan, seperti tari sining, tari landong sampot, tari laweuet dan rapai geurimpheng. SERAMBI/M ANSHAR 

Sepintas tarian ini mirip tari didong dan tari guel, dua tarian dari Tanah Gayo yang cukup populer.

Bedanya tari sining lazim dimainkan ketika pembangunan rumah dan atau peresmian rumah baru.
Dari suku Kluet Kabupaten Aceh Selatan, tersebut lah tari lamdoq sampot.

Tarian ini dibawakan oleh sepuluh anak yang dimainkan secara berpasangan.
Para bocah laki-laki itu dipersenjatai dengan sebilah bambu.

Para penari cilik itu menirukan gerakan burung terbang, berputar, menyambar, serta saling melibas pasangannya.

Sepintas terlihat seperti saling beradu senjata.

Tarian terakhir yang menjadi pertunjukan pamungkas yaitu tari rapa’i geurimpheng.

Rapai’i merupakan alat musik perkusi tradisional dari Aceh.

Dimainkan dengan cara ditabuh dengan menggunakan tangan kosong.

Rapa’i lazim dimainkan sebagai hiburan rakyat saat penyelenggaraan upacara adat.

Demikian riwayat tarian yang nyaris punah di Aceh.

Bagaimana anda terhibur?

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved